ANTARAsatu.com | BEKASI - Kereta Api Argo Bromo Anggrek menghantam KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4), pukul 20.52 WIB. Hingga Selasa (28/4), pukul 08.45 WIB, sebanyak 14 orang dinyatakan tewas dan 84 lainnya luka-luka.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, seluruh korban jiwa berjenis kelamin perempuan. para korban meninggal berasal dari gerbong khusus perempuan yang menjadi bagian paling terdampak dalam insiden itu.
"Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujarnya, Selasa (28/4).
Adapun korban luka-luka dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya dan RS Mitra Plumbon Cibitung. Kemudian RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Sementara sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, insiden bermula sekitar pukul 20.40 WIB. Ketika sebuah taksi menyerempet KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85, dekat Bulak Kapal.
Tabrakan itu membuat KRL terhenti di jalur. Saat KRL berhenti, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya yang melaju dari belakang tidak sempat berhenti dan menghantam rangkaian KRL tersebut.
"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," kata Franoto.
Bobby Rasyidin menduga kejadian itu menimbulkan gangguan pada sistem persinyalan di emplasemen Bekasi Timur.
"Dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu," ujarnya.
Taksi yang dimaksud diidentifikasi sebagai armada milik perusahaan taksi berbasis listrik Green SM Indonesia. Perusahaan itu membenarkan keterlibatan kendaraannya melalui unggahan di Instagram dan Facebook pada Selasa (28/4) dan menyatakan tengah berkoordinasi aktif dengan pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
"Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan," kata Syafii.
Sebelum operasi evakuasi dinyatakan selesai pukul 08.00 WIB, tim SAR melakukan setidaknya enam tahap evakuasi sejak dini hari. Korban selamat yang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan gerbong antara lain Nurul (26), Ata (30), Mia (26), Siti Fatonah (47) dan Endang Kuswati (40).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, memberi kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi. Melihat secara objektif penyebab dari kecelakaan yang terjadi. Ia menyebut insiden ini menjadi pelajaran penting bagi KAI dan pemerintah dalam meningkatkan keselamatan transportasi.
