google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Polisi Sergap Avanza Berisi Puluhan Kilo Sabu di Tol Lubuk Pakam

Advertisement

Polisi Sergap Avanza Berisi Puluhan Kilo Sabu di Tol Lubuk Pakam

24 April 2026

Barang bukti yang didapat dalam penyergapan di Tol Lubuk Pakam.

ANTARAsatu.com | DELI SERDANG - Satuan Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang, Sumut, menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar yang diduga berasal dari jaringan internasional, Kamis (23/4). Pengungkapan kasus dilakukan melalui penyergapan sebuah mobil minibus Toyota Avanza putih di pintu keluar Tol Lubuk Pakam.

Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Fery Kusnadi mengatakan, aksi itu merupakan hasil pembuntutan panjang yang dilakukan petugas sejak dari wilayah Ledong, Tanjung Balai, hingga Tol Kisaran. Timnya bergerak setelah menerima informasi terkait pergerakan kendaraan yang diduga membawa narkotika.

“Kita melakukan pembuntutan mulai dari Ledong, Tanjung Balai, Tol Kisaran hingga pintu Tol Lubuk Pakam sebelum akhirnya dilakukan penyergapan,” ujarnya, Jumat (24/4).

Dalam operasi itu, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba internasional. Ketiganya langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa sabu dengan berat ditaksir mencapai puluhan kilogram. Kemudian ribuan butir pil ekstasi, cairan yang dikenal sebagai “happy water” serta ribuan pod vaping yang diduga mengandung zat terlarang.

Fery menjelaskan, metode penindakan yang digunakan adalah teknik takedown di titik kemacetan untuk meminimalkan risiko di jalan raya. Teknik ini memanfaatkan kondisi kendaraan yang berhenti sehingga personel dapat melakukan penyergapan cepat tanpa membahayakan pengguna jalan lain.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, narkotika itu diduga akan diedarkan di wilayah Deli Serdang. Khususnya di wilayah Lubuk Pakam (Ibu Kota Deli Serdang) dan sekitarnya.

Pihak kepolisian menduga para pelaku merupakan bagian dari sindikat narkoba jaringan internasional yang memiliki jalur distribusi lintas daerah. Fery mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk memburu pelaku lain yang terlibat.