google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Pertamina Gandeng Badan Intelijen Sikat Mafia BBM Sumut

Advertisement

Pertamina Gandeng Badan Intelijen Sikat Mafia BBM Sumut

21 April 2026

 

Pertemuan antara Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, dengan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sumatera Utara Brigjen TNI Muhammad Nasrullah Nasution (kanan), Senin (20/4).

ANTARAsatu.com | MEDAN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperketat pengawasan distribusi energi di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko penyelewengan komoditas subsidi yang kerap menjadi incaran mafia migas.

Terbaru, manajemen Pertamina Patra Niaga menyambangi kantor Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sumatera Utara, baru-baru ini. Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan formalitas, tetapi upaya strategis untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi kebocoran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg.

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menegaskan sektor energi merupakan objek vital nasional yang sangat rentan terhadap gangguan eksternal. Distribusi energi yang tepat sasaran juga memerlukan pengawasan yang perlu melampaui teknis operasional.

"Kami memperkuat langkah antisipatif terhadap potensi penyimpangan distribusi. Sinergi bersama BIN ini krusial agar penyaluran BBM subsidi dan LPG 3 kg tidak jatuh ke tangan yang salah," ujarnya, Selasa (21/4).

Isu penyimpangan BBM subsidi menjadi tantangan klasik di wilayah Sumatra Utara. Modus seperti penimbunan, "kencing" di jalan, hingga alokasi industri yang menggunakan jatah subsidi masih menjadi sorotan publik.

Terpisah, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sumatera Utara Brigjen TNI Muhammad Nasrullah Nasution menyambut baik langkah proaktif Pertamina. Ia menyatakan, fungsi intelijen akan dioptimalkan untuk memetakan titik-titik rawan gangguan distribusi.

Seperti memantau pergerakan distribusi dari terminal BBM hingga ke SPBU/Pangkalan serta memutus rantai penyalahgunaan sebelum berdampak pada kelangkaan di masyarakat. Kemudian menjamin stabilitas stok energi sebagai bagian dari keamanan nasional.

"BIN siap mendukung melalui langkah pencegahan terhadap potensi gangguan dan penyalahgunaan. Kami ingin memastikan distribusi energi berjalan lancar dan kondusif," tegas Nasrullah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan, sinergi ini akan menyasar dua komoditas utama yang paling rawan penyimpangan.

Pada sektor, BBM Subsidi, seperti Solar dan Pertalite, pengawasan akan difokuskan pada efektivitas penggunaan QR Code untuk menangkal aksi para spekulan.

Sementara untuk LPG 3 Kg, Pertamina dan BIN akan memelototi alur distribusi di tingkat pangkalan untuk memastikan gas melon tersebut hanya dikonsumsi oleh rumah tangga prasejahtera dan usaha mikro, bukan disedot oleh sektor komersial.

"Koordinasi lintas stakeholder ini diharapkan mampu menutup ruang gerak oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi dari komoditas yang disubsidi negara," tambah Fahrougi.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga rasio kecukupan energi di wilayah Sumatera Utara. Sekaligus memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan melalui subsidi energi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.