google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 SAR Temukan Dua Pelajar Langkat Tewas Terseret Arus Sei Bingei

Advertisement

SAR Temukan Dua Pelajar Langkat Tewas Terseret Arus Sei Bingei

25 April 2026

Proses evakuasi jasad salah satu korban dari Sei Bingei.

ANTARAsatu.com | LANGKAT - Operasi pencarian terhadap dua pelajar hanyut di Sungai Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, telah berakhir pada Sabtu (25/4). Tim SAR gabungan menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian intensif selama dua hari.

Kepala Basarnas Medan Hery Marantika mengatakan, kedua korban ditemukan di lokasi yang tidak jauh dari titik awal mereka dilaporkan hilang.

"Operasi SAR kami laksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi yang ada. Alhamdulillah, kedua korban berhasil ditemukan," katanya, Sabtu (25/4).

Peristiwa ini bermula pada Jumat (24/4) siang. Usai pulang sekolah, kedua pelajar itu bersama rekan-rekannya pergi ke area pemandian di Dusun VIII Bandar Meriah, Desa Namo Ukur Utara, untuk berenang.

Namun, keceriaan itu berubah menjadi tragedi. Arus sungai yang tiba-tiba deras menyeret tubuh mereka hingga hilang dari pandangan.

Warga sempat berupaya melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melapor ke pihak berwenang. Basarnas Medan kemudian menerjunkan tim penyelamat untuk menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki karakteristik arus yang tidak stabil itu.

Pada hari kedua pencarian, masyarakat melaporkan penemuan korban pertama atas nama Andini Natasya, 18, pada pukul 02.45 WIB. Jasadnya ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi awal.

Tim SAR kemudian melanjutkan penyisiran dan berhasil menemukan korban kedua, Rasha, 18, pada pukul 13.15 WIB. Jasadnya ditemukan hanya berjarak 10 meter dari titik hilang.

Hery menjelaskan, proses pencarian tidak berjalan mudah. Tim di lapangan menghadapi kendala air sungai yang keruh dan deras serta banyaknya rintangan alami di dalam sungai atau strainer yang membahayakan penyelam.

"Kami menggunakan metode penyisiran dan pemantauan bawah air dengan peralatan khusus, seperti Aqua Eye," ujarnya.

Operasi ini juga melibatkan puluhan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD Langkat, hingga komunitas relawan setempat. Dengan ditemukannya seluruh korban, Hery menyatakan operasi SAR ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Atas kejadian ini, Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya orangtua, untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak saat beraktivitas di wilayah perairan. Agar menghindari berenang di lokasi yang tidak memiliki pengawasan atau berpotensi membahayakan.