google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Imam di Sunggal Dianiaya usai Tegur Anak Berisik di Masjid

Advertisement

Imam di Sunggal Dianiaya usai Tegur Anak Berisik di Masjid

17 April 2026

 

Tangkapan layar video penganiayaan Muhammad Rafik Ashidik.

ANTARAsatu.com | DELISERDANG - Seorang imam masjid diserang di teras rumahnya sendiri oleh sekelompok pria bersenjata tajam. Diduga dipicu rasa tidak terima karena anak pelaku ditegur saat salat.

Selasa (14/4), Muhammad Rafik Ashidik, seorang imam masjid di Jalan Karya I, Desa Helvetia, Sunggal, Deli Serdang, Sumut, harus dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah menjadi korban pengeroyokan oleh tiga pria tak dikenal di kediamannya sendiri. Insiden yang menimpanya menjadi sorotan publik setelah rekaman amatir kejadian itu beredar luas di media sosial.

Ketegangan bermula sekitar pukul 22.00 WIB. Berdasarkan keterangan korban dalam laporannya, saat itu ia sedang berjalan kaki menuju rumah usai menunaikan tugasnya di masjid.

Di tengah jalan, Rafik mendadak dihadang oleh seorang pria.
Pria tersebut diduga merupakan orang tua dari salah satu anak yang sebelumnya ditegur oleh Rafik karena membuat kegaduhan saat ibadah salat berlangsung.

Tanpa dialog yang jelas, pria itu langsung melontarkan makian dan kalimat kotor ke arah sang imam.

"Korban sempat bertanya, ‘Ada apa ini, Bang?’, namun pelaku tidak memberikan penjelasan dan langsung pergi begitu saja," tulis dokumen laporan kepolisian.

Rafik mengira ketegangan telah berakhir di sana. Ia melanjutkan perjalanan dan beristirahat di teras rumahnya.

Namun, sekitar pukul 22:45 WIB, pria yang menghadangnya tadi datang kembali. Kali ini, ia tidak sendiri.
Ia membawa dua rekan lainnya.

Suasana berubah drastis ketika salah satu dari pelaku mencabut senjata tajam jenis pedang dan mengancam korban. Dalam posisi terdesak, Rafik tak mampu membela diri ketika ketiga pria itu mulai melakukan penganiayaan secara fisik.

Akibat pengeroyokan itu Rafik mengalami luka dan rasa sakit yang hebat di bagian kepala belakang serta pelipis kiri. Para pelaku segera melarikan diri setelah melancarkan aksinya, meninggalkan korban dalam kondisi trauma.

Rafik kemudian mengambil langkah hukum. Pada malam yang sama, ia resmi melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor: LP/B/510/IV/2026/SPKT/Polsek Sunggal/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara. Polsek Sunggal kini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kasus ini.

Polisi dikabarkan telah mengantongi identitas terduga pelaku berdasarkan rekaman video dan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.