google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Ratusan Saham Tumbang, Harga Emas Anjlok Tertekan Minyak Dunia

Advertisement

Ratusan Saham Tumbang, Harga Emas Anjlok Tertekan Minyak Dunia

24 April 2026

Ilustrasi.

ANTARAsatu.com | MEDAN - Indeks Harga Saham Gabungan terhempas pada penutupan perdagangan Jumat (24/4). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup melemah signifikan 3,38% atau parkir di level 7.129,490 di tengah koreksi mayoritas bursa saham di kawasan Asia.

Tercatat sebanyak 870 saham mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Jumlah tersebut terbilang masif mengingat hanya tersisa 83 emiten yang mampu mencatatkan kenaikan harga, sementara 62 emiten lainnya ditutup stabil.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 7.115 hingga 7.383.
Meski sempat menguat di menit-menit awal pembukaan, IHSG terus mengalami tekanan konsisten hingga lonceng penutupan.

Deretan saham berkapitalisasi besar (blue chips) turut rontok, termasuk BBCA, BMRI, BBRI, BUMI, hingga TLKM. Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menilai kinerja IHSG saat ini sangat terbebani oleh kombinasi sentimen negatif dari sisi internal maupun eksternal.

"Pasar saham kita sedang menghadapi tekanan hebat. Selain faktor teknis akibat aksi jual di bursa regional, eskalasi ketegangan geopolitik global memberikan dampak domino yang cukup terasa bagi para investor di Tanah Air," ungkapnya, di Medan, Jumat (24/4).

Pemandangan berbeda tampak pada nilai tukar Rupiah. Meski sempat terperosok hingga ke level Rp17.285 per dolar AS selama sesi perdagangan, mata uang Garuda berhasil berbalik menguat tajam dan ditutup di level Rp17.190 per dolar AS.

Gunawan menyebut, kehadiran Bank Indonesia di pasar menjadi faktor kunci di balik penguatan itu. Intervensi BI berhasil meredam volatilitas dan menopang Rupiah dari tekanan dolar yang kian perkasa.

Kondisi pasar komoditas tak kalah dinamis. Harga emas dunia dilaporkan melemah ke level US$4.683 per ons troy. Pelemahan emas ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini bertengger di kisaran US$96 hingga US$106 per barel.

Kenaikan harga minyak itu dinilai dipicu oleh kembali memanasnya tensi antara Iran dan Amerika Serikat. Menurut Gunawan, situasi ini memberi beban tersendiri bagi harga emas.

"Eskalasi konflik belakangan ini kembali meningkat pasca gencatan senjata. Ketidakpastian geopolitik yang tinggi justru memberikan beban bagi harga emas, seiring dengan peralihan fokus pasar pada lonjakan biaya energi," terangnya.

Penurunan harga emas dunia ini berdampak langsung pada harga domestik. Jika dikonversi ke Rupiah, harga emas saat ini turun signifikan menjadi sekitar Rp2,6 juta per gram.