ANTARAsatu.com | TAPANULI SELATAN - PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, mengembangkan 187.615 bibit tanaman lokal dan spesies cepat tumbuh dalam periode 2021-2025. Ratusan ribu bibit ini disiapkan untuk merehabilitasi lahan bekas tambang agar kembali ke fungsi ekosistem alaminya.
Hingga Oktober 2025, perusahaan telah mengembangkan 12.869 bibit local pioneer dan 15.507 bibit spesies lokal jangka panjang. Beberapa jenis vegetasi yang dikembangkan di fasilitas pembibitan (nursery) seluas 6.000 m² itu mencakup Hapinis, Tambiski, Kapundung, Kemenyan hingga Meranti.
"Tanaman lokal lebih adaptif terhadap kondisi tanah dan iklim setempat. Ini kunci untuk mengembalikan habitat satwa dan mencegah erosi," ujar Senior Manager Corporate Communications PTAR Katarina Siburian Hardono, Rabu (22/4).
Upaya pemulihan lahan di Martabe dilakukan melalui serangkaian tahapan teknis yang dimulai dengan survei vegetasi untuk mengidentifikasi spesies asli sebelum area tambang dibuka. Setelah itu, perusahaan melakukan penyelamatan bibit atau biji dari area yang akan terdampak operasional untuk dipindahkan ke fasilitas pembibitan.
Di sana, bibit-bibit tersebut menjalani perawatan intensif di nursery yang memiliki kapasitas produksi hingga 60.000 bibit sebelum akhirnya siap ditanam kembali di area rehabilitasi.
Untuk menjaga akurasi ilmiah, PTAR menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kerja sama fokus pada teknik simbiosis mikoriza untuk meningkatkan daya tahan tanaman serta pengawasan proses rehabilitasi secara berkala.
Katarina mengungkapkan, target perusahaan adalah mengembalikan kondisi kawasan sedekat mungkin dengan rona awal.
"Rehabilitasi bukan sekadar menanam pohon, tapi memulihkan keseimbangan ekosistem," katanya.
