google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Christopher Tak Dapat Ditemukan, SAR Tinggalkan Air Terjun Situmurun

Advertisement

Christopher Tak Dapat Ditemukan, SAR Tinggalkan Air Terjun Situmurun

18 April 2026

 

Seorang personel SAR sedang memperhatikan situasi perairan air terjun Situmurun.

ANTARAsatu.com | TOBA - Pencarian terhadap Christopher Rustam Muda Dua, 21 tahun, di kawasan Air Terjun Situmurun, Danau Toba, resmi dihentikan pada Jumat (16/4). Operasi SAR yang berlangsung selama tujuh hari itu ditutup setelah tim gabungan tidak menemukan tanda keberadaan korban.

Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai metode pencarian sejak laporan korban tenggelam diterima pada Sabtu, 11 April 2026. Seluruh upaya intensif itu tidak membuahkan hasil hingga hari terakhir operasi.

“Selama tujuh hari pelaksanaan operasi SAR, tim gabungan telah melakukan pencarian secara intensif dengan berbagai teknik," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, Jumat (17/) malam.

Teknik-teknik itu mulai dari penyisiran permukaan air, penyelaman, hingga penggunaan peralatan canggih. Seperti sonar, Aqua Eye, ROV serta dukungan RBB Basarnas.

Seluruh area prioritas juga telah disisir secara menyeluruh sesuai rencana operasi. Namun hingga hari ketujuh, korban belum berhasil ditemukan. 

Insiden bermula saat Christopher bersama rombongannya berwisata di objek Air Terjun Situmurun yang berada di perairan Danau Toba. Lokasi itu dikenal memiliki arus kuat dengan kedalaman yang berubah-ubah.

Korban diduga terseret arus saat berada di sekitar air terjun. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak berwenang dan memicu operasi pencarian berskala besar.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melalui Pos SAR Danau Toba segera mengerahkan tim setelah menerima laporan. Operasi dilakukan bersama sejumlah unsur gabungan yang terlibat sejak hari pertama.

Memasuki hari ketujuh, pencarian dilakukan dengan strategi yang lebih luas dan terstruktur. Tim SAR dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menjangkau berbagai sektor pencarian.

SRU pertama menyisir area inti di sekitar air terjun menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) milik Basarnas. Peralatan sonar dan Aqua Eye digunakan untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air.

Tim juga melakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai dalam radius sekitar satu kilometer persegi. Upaya ini difokuskan pada area dengan arus kuat yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terseret.

SRU kedua bergerak di sektor tepian danau dengan menggunakan perahu LCR milik BPBD Kabupaten Toba. Penyisiran dilakukan di sepanjang garis pantai dengan cakupan sekitar tiga kilometer persegi.

Tim ini memantau kemungkinan korban terbawa arus hingga ke pinggiran danau. Area yang lebih luas disisir untuk mengantisipasi pergerakan korban dari titik awal kejadian.

Sementara itu, SRU ketiga mengoperasikan teknologi bawah air untuk pencarian detail di lokasi kejadian. Perangkat Remotely Operated Vehicle (ROV) milik PT Aqua Farm digunakan untuk menjangkau area sulit dengan cakupan sekitar 500 meter persegi.

Penggunaan ROV memungkinkan tim melihat kondisi bawah air secara lebih rinci. Teknologi ini menjadi pelengkap dalam upaya pencarian yang mengandalkan kombinasi metode manual dan digital.

Namun hingga pukul 17.00 WIB pada hari ketujuh, seluruh upaya tersebut tidak menunjukkan hasil. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di area yang telah dipetakan sebagai zona prioritas.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Pos SAR Danau Toba, Polsek Lumban Julu, BPBD Kabupaten Toba, tim dari PT Aqua Farm, hingga masyarakat setempat. Keluarga korban juga terus memantau proses pencarian sejak hari pertama.

Hery Marantika menyatakan, penghentian operasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh pihak yang terlibat. Keputusan itu juga mempertimbangkan efektivitas pencarian yang menurun setelah tujuh hari tanpa temuan.

Ia menyebut operasi dapat dibuka kembali jika ditemukan indikasi baru terkait keberadaan korban. Kemungkinan itu tetap terbuka apabila ada laporan atau tanda yang mengarah pada lokasi korban.

Dengan dihentikannya operasi, seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Apresiasi disampaikan kepada semua pihak yang terlibat atas kerja sama dan dedikasi selama proses pencarian berlangsung.