Kantor Wali Kota Tebing Tinggi.
ANTARAsatu.com | TEBING TINGGI- Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Rabu (15/4) malam. Operasi ini diduga kuat berkaitan dengan suap proyek pengadaan pada elektronik katalog (E-Katalog) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Dalam operasi tersebut polisi mengamankan Erdian, yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Teknis Kerja (PPTK) proyek tersebut. Erdian diketahui merupakan keponakan kandung Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih.
Selain Erdian, polisi juga menahan Heny Afrianti, pegawai PT Whiz Digital Berjaya, yang diduga berperan sebagai pemberi suap.
"Benar, ada OTT terhadap pejabat di Dinas Kominfo Tebing Tinggi. Saat ini masih dalam pendalaman penyidik," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, Kamis (16/4).
Operasi ini diduga terkait dengan dugaan suap proyek e-Katalog di Diskominfo KotabTebing Tinggi. Selain Erdian dan Heny, polisi sempat mengamankan Kepala Dinas Kominfo berinisial GR, Bendahara serta Kepala Bidang berinisial DS.
Namun, setelah menjalani pemeriksaan intensif, Kadis Kominfo dan Kabid tersebut dipulangkan, sementara Erdian dan pihak rekanan tetap ditahan.
Penyidik saat ini tengah mendalami aliran dana untuk menelusuri keterlibatan pihak lain di internal Pemkot Tebing Tinggi.
Terkait status Erdian sebagai kerabat dekat Wali Kota, pihak kepolisian menegaskan tidak akan tebang pilih. Ferry menegaskan, siapapun yang berkaitan dengan kasus ini akan diproses atau dipanggil untuk dimintai keterangan, tidak terkecuali Wali Kota Tebing Tinggi.
Penangkapan ini menambah panjang daftar pejabat Tebing Tinggi yang terjerat kasus hukum. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi, Idam Khalid, juga ditangkap terkait kasus korupsi pengadaan 93 unit smartboard untuk SMP Negeri tahun anggaran 2024.
