google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Pertamina Gaungkan Semangat Kartini lewat Operator SPBU Berkebaya di Sumbagut

Advertisement

Pertamina Gaungkan Semangat Kartini lewat Operator SPBU Berkebaya di Sumbagut

22 April 2026

 


ANTARAsatu.com | MEDAN - Ada yang berbeda di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pekan ini. Deru mesin kendaraan dan aroma bensin bersinggungan dengan pemandangan tak biasa, para operator perempuan yang biasanya tampil dengan seragam merah-putih maskulin melayani pelanggan dalam balutan kebaya dan kain nusantara yang anggun.

Langkah ini diambil oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memperingati Hari Kartini. Bukan sekadar urusan estetika, penggunaan pakaian adat ini merupakan simbolisasi atas peran perempuan yang kini kian krusial di garda terdepan sektor energi.

Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Sales Area Retail Sumbagut, yang mencakup Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat. Kehadiran para "Kartini Energi" ini di lapangan membuktikan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya dibangun di balik meja kemudi korporasi, tetapi juga melalui tangan-tangan terampil perempuan di lapangan.

Dengan kebaya, para operator seolah ingin menyampaikan pesan bahwa profesionalitas tidak menghapus identitas budaya dan dedikasi tidak mengenal sekat gender. Sebagai bentuk apresiasi langsung kepada konsumen, Pertamina juga membagikan goodie bag khusus bagi para pelanggan perempuan.

Aksi ini memicu antusiasme masyarakat yang merasa mendapatk sentuhan personal saat melakukan pengisian bahan bakar.

"Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai sektor, termasuk dalam mendukung ketahanan energi nasional," ujar Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Fahrougi menegaskan, langkah ini merupakan momentum bagi perusahaan untuk terus mendorong terciptanya ruang kerja yang inklusif. Menurutnya, kesetaraan bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan agar perempuan dapat berkontribusi optimal.

Menurut dia, Pertamina Patra Niaga memandang perempuan dalam dua sisi strategis. Yakni sebagai bagian dari motor penggerak perusahaan yang andal dan sebagai kelompok pengguna energi yang cerdas dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui peringatan ini, Pertamina tidak hanya ingin menghadirkan layanan energi yang andal secara teknis, tetapi juga memberi nilai tambah melalui pendekatan budaya dan pemberdayaan. Dengan harapan semangat inklusivitas ini terus menetap di setiap tetes bensin yang disalurkan, jauh setelah kain kebaya itu ditanggalkan di akhir sif kerja.