ANTARAsatu.com | MEDAN - Menjamin pasokan energi hingga ke pelosok wilayah Sumbagut bukan perkara mudah. Menyadari tantangan geografis yang dinamis, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memilih langkah jemput bola dengan memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI.
Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan audiensi jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Sumbagut kepada Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mempertebal pengamanan distribusi energi agar tepat sasaran dan minim kendala.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, yang memimpin langsung kunjungan tersebut, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan TNI adalah kunci menjaga ketahanan energi di wilayah yang luas.
"Kami terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI untuk memastikan distribusi energi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya seusai audiensi, Rabu (15/4).
Di lain pihak, Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menyatakan kesiapannya mengerahkan dukungan pengamanan. Menurut dia, stabilitas distribusi energi merupakan bagian dari upaya menjaga kondusifitas di masyarakat.
"Kami menyambut baik sinergi ini. Kodam I/Bukit Barisan siap mendukung pengamanan distribusi energi di wilayah Sumatera Utara agar berjalan aman dan lancar," ujar Hendy.
Wilayah Sumbagut dikenal memiliki karakteristik medan yang cukup menantang. Oleh karena itu, dukungan dari stakeholder lain dianggap sebagai faktor krusial. Hal itu agar operasional di lapangan tidak terganggu oleh kendala teknis maupun potensi gangguan keamanan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menambahkan, sinergi ini menjadi fondasi penting dalam operasional harian perusahaan.
Dengan tujuan menjamin ketersediaan stok BBM dan LPG di masyarakat serta memastikan distribusi tepat sasaran hingga ke wilayah terpencil. Untuk itu, TNI diharapkan dapat memberi dukungan pengamanan dan pengawasan distribusi energi secara berkelanjutan.
Melalui koordinasi yang kian erat, Pertamina berharap masyarakat di wilayah Sumbagut tidak perlu lagi merasa khawatir akan kelancaran pasokan energi. Hal itu mengingat pengawasan kini dilakukan secara berlapis bersama aparat keamanan.
