google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Mengenal Hyrox, Tren Olahraga Baru yang Guncang Kawasan Cemara Asri

Advertisement

Mengenal Hyrox, Tren Olahraga Baru yang Guncang Kawasan Cemara Asri

27 April 2026

Salah satu aktivitas Hyrox di Mega Fitness Center, Cemara Asri, Medan, Minggu (26/4).

ANTARAsatu.com | MEDAN - Kawasan Cemara Asri, Medan, mendadak riuh, Minggu (26/4) pagi. Bukan karena gelaran car free day biasa, melainkan aksi ratusan pegiat kebugaran yang menjajal tantangan fisik dalam gelaran Hyrox Race Simulation.

Olahraga yang sedang menjadi tren global ini sukses menarik perhatian 250 peserta dari berbagai latar belakang. Mulai dari pemula, pelajar, hingga atlet profesional.

Hyrox sering disebut sebagai "The Fitness Race for Every Body". Berbeda dengan maraton yang hanya fokus pada lari, atau angkat besi yang fokus pada kekuatan, Hyrox menguji semua elemen kebugaran manusia dalam satu sirkuit yang sama secara kompetitif.

Hyrox merupakan kombinasi unik antara lari dan latihan beban fungsional yang pertama kali diperkenalkan di Jerman pada 2017. Di Kota Medan, Mega Fitness Center menjadi pionir sekaligus satu-satunya pusat kebugaran yang mengantongi sertifikat resmi untuk menggelar simulasi lomba bertaraf internasional ini.

"Kami ingin memperkenalkan sekaligus mencetak atlet baru. Ini merupakan olahraga baru yang sedang sangat tren di dunia," ujar Daniel, pemilik Mega Fitness Center.

Apa yang membuat Hyrox begitu menantang? Menurut Coach Fabio, salah satu pelatih yang didatangkan langsung dari Jakarta, kompetisi ini menggunakan format standar global. Peserta harus berlari sejauh 1 kilometer, yang kemudian diikuti dengan satu stasiun latihan beban (functional workout) dan proses ini diulang hingga delapan kali.

Total ada delapan jenis latihan yang harus dituntaskan. Yakni Ski Erg, Sled Push, Sled Pull, Burpee Broad Jump, Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges dan ditutup dengan Wall Balls.

"Konsepnya dirancang inklusif. Siapa saja bisa ikut, tanpa kualifikasi khusus. Bahkan ada kategori ganda dan estafet," kata Fabio.

Meski terlihat sederhana, Hyrox menuntut keseimbangan ekstrem antara kemampuan kardio dan kekuatan otot. Coach CJ, pelatih bersertifikat Hyrox Performance Coach Level 1, pun sempat mengingatkan agar peserta tidak meremehkan aspek endurance (ketahanan).

"Banyak atlet dengan latar belakang bodybuilding, awalnya kesulitan saat mencoba Hyrox. Otot besar saja tidak cukup karena tuntutan daya tahannya sangat tinggi," ungkap CJ.

Coach Siska Antolis juga menyorot pentingnya menjaga keseimbangan atau balance agar tidak mengalami cedera.

"Lari saja tidak cukup, angkat beban juga penting. Namun, yang paling utama adalah menikmati prosesnya dan jangan overthinking " tambah dia.

Antusiasme peserta terlihat jelas di wajah Vincentia Laksono, Brand Ambassador Mega Fitness Center. Bagi Vincentia, ini adalah pengalaman pertamanya mencicipi "pedasnya" lintasan Hyrox.

Meski sempat merasa gugup, dukungan dari instruktur bersertifikat membuatnya optimis hingga garis finis.

"Syukurnya saya dipandu langsung oleh instruktur yang ahli. Semangat dan yakin sekali bisa menyelesaikannya," kata Vincentia.

Gelaran ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan, tetapi juga menandai babak baru industri kebugaran di Medan. Dengan standar waktu yang bisa dibandingkan secara internasional, para fitness enthusiast di Medan kini punya barometer baru untuk mengukur sejauh mana level kebugaran mereka di kancah dunia.