google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Gara-gara Teriakan Sepele, Nyawa MFR Melayang di Tangan Remaja Belawan

Advertisement

Gara-gara Teriakan Sepele, Nyawa MFR Melayang di Tangan Remaja Belawan

28 April 2026


ANTARAsatu.com | MEDAN - Malam di Jalan KL. Yos Sudarso, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan Kota Medan, Sumut, mendadak berubah menjadi horor pada Senin (27/4). Seorang remaja berinisial MFR harus meregang nyawa hanya karena sebuah kesalahpahaman kecil yang memicu emosi membara di jalanan.

Pelakunya, MS, seorang remaja berusia 17 tahun, kini harus mendekam di sel tahanan setelah diringkus polisi dalam waktu kurang dari empat jam.

Tragedi ini bermula sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, MFR tengah berboncengan dengan seorang rekannya keluar dari kawasan Pajak Baru. Tak ada yang mengira, perjalanan pulang mereka akan berakhir di depan Gereja GBKP dengan kondisi bersimbah darah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, motif di balik aksi brutal ini tergolong sangat sepele: ketersinggungan. MS mengaku merasa naik pitam setelah mendengar korban berteriak ke arahnya saat mereka berpapasan di jalan.

“Tersangka mengaku merasa tersinggung karena korban berteriak ke arahnya saat berpapasan. Tanpa pikir panjang, tersangka mengejar dan menendang sepeda motor korban hingga terjatuh,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo, Selasa (28/4).

Tendangan itu membuat MFR kehilangan kendali. Motor yang dikendarainya oleng dan terhempas ke aspal dengan keras.

Rekan korban kembali ke lokasi setelah gagal mengejar pelaku dan ia menemukan MFR sudah terkapar tidak berdaya. Darah segar mengalir dari telinga dan bagian belakang kepala.

MFR sempat dilarikan ke Rumah Sakit PHC Belawan, tetapi takdir berkata lain. Ia dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.

Tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Belawan langsung bergerak begitu laporan diterima. Petugas melacak keberadaan pelaku hingga ke area pesisir.

Pelarian MS berakhir singkat. Sekitar pukul 23.00 WIB, polisi mengepung sebuah rumah di Kampung Nelayan Seberang, Kelurahan Belawan I. Di rumah mertuanyalah, remaja belasan tahun ini akhirnya menyerah tanpa perlawanan.

Petugas juga menyita satu unit sepeda motor dan pakaian yang digunakan MS saat kejadian sebagai barang bukti. Meski MS sudah tertangkap, kasus ini belum sepenuhnya tuntas.

Polisi kini tengah memburu satu rekan MS yang ikut serta dalam aksi penendangan maut tersebut. Identitas buron ini telah dikantongi dan tim penyidik sedang melakukan pengembangan di lapangan.