ANTARAsatu.com | MEDAN - Ada yang berbeda di UPT SDN 065009, Medan, pada Jumat (24/4). Halaman sekolah yang biasanya sepi berubah menjadi ruang belajar terbuka yang riuh dan penuh semangat.
Para siswa berbaris rapi, masing-masing memegang bibit tanaman, siap menancapkannya ke tanah. Sebuah gerakan kecil yang diharapkan tumbuh menjadi perubahan besar.
Di balik momen itu, ada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Medan yang menggagas program edukasi penghijauan sekolah. Bukan sekadar seremonial tanam pohon, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran ekologis anak sejak dini, dari dalam kelas hingga ke halaman sekolah mereka sendiri.
Sebelum turun ke halaman, para siswa mendapat pemaparan materi lingkungan yang dikemas secara interaktif. Mereka diajak memahami siklus hidup tanaman, peran pohon dalam menghasilkan oksigen, hingga cara memilah sampah organik dan anorganik dengan benar.
Yang menarik, materi hari itu juga memperkenalkan konsep urban farming. Sebuah gagasan bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti menanam.
Dengan bibit sayuran yang diberikan, para siswa diajarkan bahwa sumber pangan bisa tumbuh dari pot kecil di sudut sekolah sekalipun.
"Kami berharap melalui edukasi penghijauan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam menanam dan merawat pohon," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw.
Sebagai bentuk dukungan nyata, FT Medan juga menyerahkan bantuan berupa tanaman peneduh dan berbagai bibit sayuran. Penyerahan simbolis itu kemudian langsung dilanjutkan dengan aksi penanaman bersama di halaman sekolah, saat para siswa, guru dan perwakilan Pertamina bahu-membahu menancapkan harapan ke dalam tanah.
Kepala Sekolah UPT SDN 065009 Siti Hajar tak dapat menyembunyikan rasa kegembiraannya. Bagi dia, program ini bukan sekadar bantuan bibit, melainkan investasi karakter untuk anak-anak didiknya.
"Semoga bantuan yang diberikan ini dapat membantu pembentukan karakter bagi siswa-siswi kami agar lebih mencintai alam," kata Siti Hajar.
Ia berharap tanaman peneduh yang kini mulai berdiri di halaman sekolah akan tumbuh besar seiring tumbuhnya kesadaran lingkungan para siswanya. Sementara bibit sayuran yang dibagikan diharapkan menjadi media belajar hidup tentang ketahanan pangan sederhana yang bisa mereka praktikkan sendiri.
Program ini bukan berdiri sendiri. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut merancangnya sebagai bagian dari komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Khususnya SDGs Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran praktis di luar kelas. Kemudian SDGs Nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim lewat aksi penghijauan serta SDGs Nomor 15 tentang Ekosistem Daratan melalui pelestarian lingkungan lokal.
"Semoga kolaborasi ini dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan yang kuat di lingkungan sekolah UPT SDN 065009," ujar Fahrougi.
