RSUD dr. M, Thomsen, Nias.
ANTARASATU.COM | Gunungsitoli - Akses jaminan kesehatan di Kepulauan Nias masih timpang. Di tengah klaim keberhasilan Kota Gunungsitoli menuntaskan target Universal Health Coverage (UHC) hingga 99,54%, empat kabupaten tetangganya justru masih kedodoran memenuhi standar jaminan kesehatan nasional.
Ketimpangan itu mengemuka saat Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya memimpin Rapat Koordinasi Penguatan UHC Kepulauan Nias di Gunungsitoli, Kamis (13/8).
“Dari lima daerah di Kepulauan Nias, hanya Gunungsitoli yang memenuhi persyaratan UHC prioritas,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Kota Gunungsitoli mencatatkan 138.144 jiwa atau 99,54% penduduknya telah terdaftar dalam JKN. Dari jumlah tersebut, tingkat keaktifan peserta mencapai 92,29% (128.082 jiwa).
Namun, jurang pemisah dengan empat kabupaten lain, yakni Nias, Nias Selatan, Nias Barat dan Nias Utara, menjadi pekerjaan rumah berat bagi Pemprov Sumut. Terlebih, pemprov sedang menggenjot perluasan program berobat gratis dengan cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Surya melanjutkan, cakupan angka tinggi di Gunungsitoli ini pun tidak berarti pelayanan kesehatan di lapangan sudah tanpa celah.
"Kita jangan puas sampai situ saja, terus perkuat tingkat pelayanan," ujarnya.
