Pedagang daging ayam di Medan.
ANTARASATU.COM | MEDAN - Harga daging ayam di Sumut melambung tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Data PIHPS menunjukkan kenaikan harga paling tajam terjadi di Kota Gunungsitoli, Nias, yang menyentuh angka Rp60 ribu per kg.
Sementara di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, harga daging ayam saat ini bergerak di rentang Rp39 ribu hingga Rp41.500 per kg. Padahal harga di Deli Serdang sempat berada di kisaran Rp28 ribu per kg pada masa libur sekolah.
Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara Gunawan Benjamin menilai kenaikan harga daging ayam sebenarnya terjadi tidak hanya di Sumut. Secara nasional, rata-rata harga daging ayam telah melampaui Rp40 ribu per kg.
"Lonjakan harga ini dipicu oleh dua faktor utama," ungkapnya, di Medan, Selasa (11/8).
Faktor pertama adalah peningkatan lonjakan permintaan, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MGB) pasca-libur sekolah. Dan faktor kedua yakni imbas dari kenaikan harga bahan baku pakan.
Untuk meredam lonjakan harga ini, menurut dia, penambahan jumlah pasokan ayam hidup menjadi langkah utama yang perlu dilakukan. Hal ini dapat dicapai melalui perencanaan pasokan jangka panjang, salah satunya dengan menambah Grand Parent Stock (GPS) atau bibit induk dasar.
GPS merupakan rantai pembibitan paling atas dari hasil rekayasa genetika yang umumnya didatangkan melalui impor. GPS akan menghasilkan Parent Stock (PS) sebagai indukan turunan yang kemudian menghasilkan Final Stock (FS) untuk dikonsumsi masyarakat.
Langkah ini dinilai lebih aman dibandingkan opsi menetaskan seluruh telur tanpa seleksi ketat untuk dijadikan FS. Sebab hal itu berisiko tinggi memicu wabah penyakit dan merugikan peternak.
Meski membutuhkan waktu untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan, dengan langlah itu harga daging ayam berpeluang kembali melandai. Dia memeroyeksikan harga daging ayam dapat berangsur turun ke kisaran Rp30 ribu - Rp35 ribu per kg dalam waktu enam bulan ke depan.
Dengan catatan, faktor-faktor lain tidak mengalami perubahan signifikan. Mengingat harga daging ayam sangat bergantung pada stabilitas pasokan ayam hidup, harga bahan baku pakan, kurs mata uang, konsistensi permintaan serta biaya input produksi secara keseluruhan.
