google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 TPA Terjun Nyaris Penuh, Medan Ngebut Bangun Pembangkit Listrik Sampah

Advertisement

TPA Terjun Nyaris Penuh, Medan Ngebut Bangun Pembangkit Listrik Sampah

08 Mei 2026


ANTARAsatu.com | MEDAN - Pemerintah Kota Medan berpacu dengan waktu merealisasikan proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Batch 2. Langkah ini diambil menyusul kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Kecamatan Medan Marelan yang memiliki kapasitas lahan semakin terbatas untuk menampung volume sampah harian.

Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman mengungkapkan, proyek strategis ini bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghindari krisis lahan pembuangan. Hal itu disampaikan Wiriya dalam rapat koordinasi fasilitasi kesiapan Pemerintah Daerah pada lokasi PSEL yang digelar secara daring, Jumat (8/5).

"Ini adalah langkah nyata menuju Medan yang lebih bersih dan mandiri energi. Kami memastikan seluruh syarat teknis terus dipenuhi agar proyek ini berjalan sesuai jadwal," katanya.

Proyek yang masuk dalam jajaran Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan dipusatkan di lahan seluas 6 hektar di kawasan TPA Terjun. Implementasi teknologi konversi sampah menjadi tenaga listrik tersebut diharapkan mampu memutus pola pengelolaan sampah konvensional yang selama ini hanya mengandalkan sistem tumpuk.

Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara (Waskoban) Kementerian Dalam Negeri, Amran, menyebutkan bahwa Medan menjadi salah satu daerah yang diundang karena dinilai paling siap secara dokumen dan infrastruktur. Saat ini, pemerintah pusat dan daerah sedang menyisir poin teknis sebelum penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan.

Setidaknya terdapat lima aspek krusial yang sedang dikejar penyelesaiannya oleh Pemkot Medan. Mulai dari kepastian suplai volume sampah, alokasi anggaran, hingga infrastruktur pendukung di sekitar lokasi TPA Terjun.

Jika berjalan sesuai rencana, PSEL Batch 2 di Medan ini diproyeksikan menjadi model pengelolaan sampah modern bagi wilayah lain di Indonesia. Sekaligus menjadi solusi permanen atas persoalan sampah yang selama ini menghantui Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.