google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Sembunyi di Binjai, Pelaku Pembantai Lansia Pekanbaru Akhirnya Tertangkap

Advertisement

Sembunyi di Binjai, Pelaku Pembantai Lansia Pekanbaru Akhirnya Tertangkap

03 Mei 2026


ANTARAsatu.com | PEKANBARU - Pelarian komplotan pembunuh wanita lanjut usia asal Rumbai, Pekanbaru, berakhir di tangan tim gabungan kepolisian. Dua dari empat pelaku aksi keji terhadap korban berinisial D itu diringkus di tempat persembunyian mereka di Kota Binjai, Sumatra Utara.

Penangkapan di Binjai menjadi titik terang pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang mengejutkan warga Riau pada akhir April lalu. Dari hasil identifikasi, salah satu yang diamankan adalah AF, yang tak lain merupakan menantu korban sendiri.

"Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku. Dua di antaranya diamankan di Kota Binjai," ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta, Minggu (3/5).

Setelah melakukan aksinya pada 29 April 2026, para pelaku berpencar untuk menghilangkan jejak. Dua orang kabur menuju dataran tinggi Aceh Tengah, AF dan satu rekan lainnya memilih masuk ke wilayah Sumatra Utara dan bersembunyi di pemukiman padat di Kota Binjai.

Namun, koordinasi cepat antar-polda membuat persembunyian mereka terendus. AF diduga menjadi aktor intelektual di balik perampokan tersebut.

Mirisnya, motif sementara yang didalami polisi bukan sekadar harta, melainkan adanya dendam kesumat akibat ucapan korban yang dinilai menyakitkan hati sang menantu.

"Ada suatu hal yang menurut pelaku menyakitkan atau menyinggung sehingga timbul dendam," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Tragedi ini bermula saat korban D ditemukan tak bernyawa dengan luka parah di bagian kepala. Hasil otopsi menunjukkan adanya kekerasan benda tumpul yang menyebabkan pendarahan hebat pada otak.

Di saat korban meregang nyawa, para pelaku menggasak sejumlah perhiasan, uang tunai, hingga ponsel milik korban.
Dalam menjalankan aksinya, AF tidak bergerak sendiri. Ia dibantu oleh sosok berinisial I yang diduga sebagai eksekutor lapangan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami hubungan antara menantu korban dengan I serta dua rekan lainnya yang turut membantu proses pelarian dan penyembunyian barang bukti.

Kini, keempat pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Pekanbaru. Mereka terancam dijerat dengan pasal berlapis mengenai pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.