google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Sopir Truk Pasir Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api di Tanjungbalai

Advertisement

Sopir Truk Pasir Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api di Tanjungbalai

05 Mei 2026


ANTARAsatu.com | TANJUNGBALAI - Seorang sopir truk tewas setelah kendaraan yang dikemudikannya tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai, Senin (4/5).

Korban diketahui bernama Syukir, warga Kabupaten Asahan. Ia meninggal di lokasi kejadian setelah terjepit di ruang kemudi truk pengangkut pasir bernomor polisi BL 8608 FD yang ringsek akibat benturan.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat truk melintas di rel tanpa palang pengaman. Berdasarkan keterangan saksi, kendaraan sempat berhenti mendadak di tengah rel, diduga mengalami mati mesin.

Kapolsek Sei Tualang Raso Iptu Syafrizal mengatakan, korban sempat berupaya menyelamatkan diri sebelum tabrakan terjadi.

“Saksi melihat sopir mencoba membuka pintu truk untuk menyelamatkan diri. Namun sebelum berhasil keluar, kereta api sudah menabrak kendaraan tersebut,” ujar Syafrizal, Selasa (5/5).

Truk kemudian terseret dan terguling ke sisi rel setelah dihantam Kereta Api U-97 Putri Deli yang melaju dari arah Stasiun Tanjungbalai menuju Medan.

Petugas Satlantas Polres Tanjungbalai bersama warga mengevakuasi korban ke RSUD Kota Tanjungbalai sekitar pukul 13.35 WIB. Polisi menyatakan, pria berusia 42 tahun itu meninggal di tempat akibat luka berat.

Menurut Kasi Humas Polres Tanjungbalai Ipda Muhammad Ruslan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumatera Utara memastikan seluruh penumpang dan petugas kereta dalam kondisi selamat.

Pelaksana Tugas Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan, insiden tersebut menyebabkan gangguan operasional. Lokomotif KA Putri Deli mengalami kerusakan sehingga harus diganti di Stasiun Kisaran.

“Perjalanan kereta mengalami keterlambatan hingga 96 menit,” kata Anwar.

PT KAI juga menyampaikan duka atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu.

Perlintasan tanpa penjagaan masih menjadi titik rawan kecelakaan di sejumlah daerah. Polisi mengingatkan pengguna jalan untuk memastikan kondisi aman sebelum melintas untuk mencegah kejadian serupa.