Rektor USU Muryanto Amin saat prosesi Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026. (Dok.USU)
ANTARAsatu.com | MEDAN - Prosesi Wisuda Periode III Universitas Sumatera Utara (USU) Tahun Akademik 2025/2026 tidak hanya menjadi seremoni akademik biasa. Di balik riuhnya Auditorium USU pada Jumat dan Sabtu, 8-9 Mei 2026, terselip kisah perjuangan ribuan lulusan yang harus menaklukkan ketahanan mental demi meraih gelar.
Salah satu cerita datang dari Adli Nadhif, M.P. Wisudawan program magister ini harus menelan pahit getirnya melakukan riset hingga ke luar provinsi. Jarak yang jauh dan beban penelitian yang berat sempat membuatnya berada di titik terendah.
“Meskipun sempat merasa burnout karena jarak penelitian yang jauh, kuncinya adalah tetap dijalani agar bisa lulus tepat waktu,” ungkap Adli di sela-sela perayaan kelulusannya.
Kisah serupa dialami dr. Agnelisa Putria Harahap. Lulusan Fakultas Kedokteran ini mengaku tantangan terberatnya adalah membagi waktu antara teori medis yang sangat padat dengan praktik melelahkan di rumah sakit.
Baginya, manajemen waktu adalah senjata utama untuk bertahan di tengah tekanan pendidikan profesi yang ekstra.
Pada periode ini, USU resmi mengukuhkan 1.586 wisudawan, mulai dari jenjang Diploma hingga Doktor. Penambahan ini membuat total alumni USU kini menembus angka 277.132 orang yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Rektor USU Muryanto Amin dalam pidatonya mengingatkan bahwa toga yang dikenakan hari ini hanyalah gerbang awal. Menghadapi era yang terus berubah, lulusan USU dituntut untuk lincah dan adaptif.
"Semoga ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti pada capaian akademik, tetapi mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat," ujarnya.
Meski penuh air mata dan perjuangan, para lulusan kini bersiap menghadapi tantangan baru di dunia kerja. Rektor berpesan agar para alumni tetap menjaga integritas dan nama baik almamater di mana pun mereka berkiprah.
