Temuan mayat wanita di Medan Denai, Medan.
ANTARAsatu.com | MEDAN – Suasana lingkungan di tepian aliran sungai Jalan Menteng VII, Gang Seroja, Medan Denai, mendadak pecah pada Selasa (10/3) siang. Sebuah boks kontainer plastik putih dengan tutup biru yang tergeletak di dekat kebun pisang menjadi pembuka tabir tragedi kemanusiaan yang memilukan.
Di dalamnya terdapat jasad seorang wanita muda tanpa busana, tertekuk dalam ruang sempit yang dipaksakan.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam setelah keterlibatan oknum beratribut ojek online (ojol) terendus dalam proses pembuangan jasad.
Penemuan bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Suardin, warga setempat yang saat itu hendak menjemput istrinya, menaruh curiga pada sebuah boks besar yang dibungkus karung. Tidak ada bau busuk yang menyengat, sebuah indikasi bahwa nyawa korban baru saja direnggut sebelum ditemukan.
"Pas dicek, dibuka boksnya, ternyata itu mayat manusia. Kami lihat punggungnya. Setelah itu kami tidak berani buka lagi, takut, lalu lapor ke Kepling (Kepala Lingkungan) dan polisi," ujarnya.
Namun, yang paling krusial dari kesaksian warga adalah kehadiran dua sosok misterius yang sempat terlihat membawa boks tersebut menggunakan sepeda motor. Diduga berjumlah dua orang dan seorang di antaranya mengenakan jaket ojol.
Atribut penyedia jasa transportasi yang seharusnya memberi rasa aman, kali ini menjadi kedok mengerikan dan menjadi "kurir maut".
Merespons laporan tersebut, jajaran Satreskrim Polrestabes Medan bersama Tim Inafis dan Polsek Medan Area langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto, memimpin langsung penyelidikan di lapangan.
Jenazah itu disebut berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 20 tahun. Kondisinya masih lemas, belum kaku, yang menandakan korban baru saja meninggal dunia.
Polisi bergerak taktis. Seiring evakuasi jasad ke RS Bhayangkara untuk autopsi, tim siber dan lapangan menyisir rekaman CCTV. Hanya dalam hitungan jam, identitas korban dilaporkan berhasil dikantongi.
Informasi yang beredar menyebutkan tabir gelap ini mulai tersingkap menuju sebuah penginapan. Korban diduga dihabisi di salah satu kamar di Hotel Oyo, tak jauh dari lokasi penemuan boks.
Kekerasan fisik disinyalir menjadi penyebab utama kematian sebelum jasadnya diringkas ke dalam wadah plastik untuk menghilangkan jejak.
Perburuan tim gabungan Jatanras Polda Sumut dan Polrestabes Medan membuahkan hasil sebelum hari berganti.
Dua pria yang diduga kuat sebagai pelaku diringkus di dua lokasi berbeda. Yakni di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Deli Ssrdang, dan di Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan.
Meski AKBP Bayu Putro Wijayanto belum memberi rincian detail mengenai motif pembunuhan, sinyal keberhasilan pengungkapan kasus ini dikonfirmasi oleh Kanit Pidum Iptu M. Hafizullah.
"Alhamdulillah, sabar ya," jawab Hafiz, Selasa (10/3) malam, mengisyaratkan bahwa para pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Kasus "Kurir Maut" ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap perempuan di wilayah urban Medan. Penggunaan atribut ojek online oleh pelaku kejahatan kembali menjadi alarm bagi penyedia layanan aplikasi dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap anomali di ruang publik.
Kini, publik menunggu penjelasan resmi kepolisian untuk mengetahui motif di balik pembunuhan keji ini. Apakah ini pembunuhan berencana, konflik personal atau ada motif gelap lain yang tersembunyi di balik seragam jaket ojol yang dikenakan "kurir maut".
