Suasana bentrok di Kecamatan Galang, Deli Serdang, Sumut, Jumat (20/3/2026). (Ist. Dok mistar.id)
ANTARAsatu.com | DELI SERDANG – Gema takbir yang seharusnya membawa kesejukan di pengujung Ramadan 1447 Hijriah berubah menjadi hiruk-pikuk ketakutan. Suasana khusyuk malam takbiran di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, mendadak pecah oleh dentuman petasan dan lemparan batu, Jumat (20/3/2026).
Niat warga untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa justru ternoda oleh bentrokan antarkelompok pemuda dari Kampung Banjar dan Desa Paya Itik. Insiden yang meletus di tengah pawai ini mengubah rona sukacita menjadi kecemasan yang mencekam.
Melansir mistar.id, bentrokan ini tak datang tiba-tiba. Menurut penuturan warga setempat, gesekan bermula ketika rombongan pawai tengah melintas.
Tradisi pawai menggunakan truk hias dan sistem suara (sound system) berkekuatan tinggi memang menjadi magnet bagi remaja. Namun sekaligus menjadi sumbu pendek yang rawan memicu konflik.
"Awalnya ada warga Paya Itik yang ditembaki mercon saat pawai takbiran, lalu memicu bentrokan yang semakin meluas," ujar Andika, salah satu warga Paya Itik, Sabtu (21/3/2026).
Situasi cepat memanas. Saling ejek di jalanan berubah menjadi aksi saling serang menggunakan batu dan petasan. Ironisnya, mereka yang tak tahu-menahu ikut menjadi korban.
Ketegangan yang sempat meningkat akhirnya mereda setelah para tokoh masyarakat dan orangtua dari kedua belah pihak turun tangan. Tanpa menunggu aparat, mereka mencoba melerai kerumunan pemuda yang tengah tersulut emosi di lokasi kejadian.
Meski demikian, sisa-sisa ketegangan masih terasa hingga menjelang tengah malam. Suara petasan sesekali masih terdengar memecah kesunyian malam.
Situasi baru benar-benar terkendali setelah personel kepolisian melakukan patroli intensif di titik-titik rawan.
Pemandangan kelabu di Galang berbanding terbalik dengan kemeriahan di wilayah Deli Serdang lainnya. Di Lubuk Pakam dan Tanjung Morawa, ribuan warga memadati jalur lintas Sumatera Medan–Lubuk Pakam dengan penuh sukacita.
Truk-truk hias melaju tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian yang bersiaga di setiap sudut jalan.
