google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Penguatan Dolar Tekan Harga Emas, IHSG dan Rupiah Bakal Parkir di Zona Merah

Advertisement

Penguatan Dolar Tekan Harga Emas, IHSG dan Rupiah Bakal Parkir di Zona Merah

12 Februari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga emas tertekan seiring penguatan dolar Amerika Serikat, sementara IHSG dan Rupiah berpotensi berada di zona merah. Pada sesi perdagangan pagi Kamis (12/2), emas turun ke kisaran US$5.065 per ons troi atau sekitar Rp2,75 juta per gram, IHSG berbalik melemah di bawah 8.300, dan Rupiah terkoreksi ke 16.820 per dolar AS.


Tekanan harga emas terjadi setelah sebelumnya sempat diperdagangkan di atas US$5.100 per ons troi. Penurunan harga emas dipicu data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan perbaikan sektor ketenagakerjaan.


“Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang membaik mengikis spekulasi pemangkasan bunga acuan The Fed dan mendorong penguatan dolar,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan.


Data nonfarm payroll Amerika Serikat meningkat menjadi 130 ribu dari ekspektasi 66 ribu pada Januari. Tingkat pengangguran juga turun dari 4,4% menjadi 4,3% pada bulan yang sama.


Perbaikan data tersebut mengikis spekulasi pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat. Dolar AS berpeluang menguat terhadap mata uang lainnya dan mendorong koreksi Rupiah.


Rupiah pada sesi perdagangan pagi terkoreksi ke level 16.820 per dolar AS. IHSG dan Rupiah berpeluang ditransaksikan di zona merah seiring membaiknya imbal hasil US Treasury dan kenaikan USD Index ke level 96,79.


IHSG pada sesi pagi sempat dibuka menguat di level 8.317 sebelum berbalik melemah. Mayoritas bursa saham Asia bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dan IHSG berpeluang mengikuti pola pergerakan kawasan.