google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 PREDIKSI RUPIAH: Inflasi AS dan Konflik Iran Berpotensi Picu Koreksi Pasar Keuangan Sepekan ke depan

Advertisement

PREDIKSI RUPIAH: Inflasi AS dan Konflik Iran Berpotensi Picu Koreksi Pasar Keuangan Sepekan ke depan

09 Februari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Dalam sepekan ke depan, pasar keuangan akan dihadapkan pada rilis data inflasi AS serta berlanjutnya konflik antara negara itu dengan Iran. Agenda ekonomi dari dalam negeri dan luar negeri juga akan berlangsung dan menjadi perhatian pelaku pasar.


AS dijadwalkan merilis sejumlah data ekonomi utama dalam sepekan ke depan. Memcakup data penjualan ritel, serapan tenaga kerja di luar sektor pertanian, tingkat penganggura dan inflasi.


“Kondisi geopolitik yang masih memanas dan rilis data inflasi AS menjadi sentimen utama pasar keuangan pekan ini,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan, Senin (9/2).


Dia menerangkan, ketegangan antara Iran dan AS masih berlanjut hingga saat ini. Ancaman perang masih membayangi pasar keuangan dan berpotensi memicu koreksi pada IHSG dan nilai tukar Rupiah.


Indeks Harga Saham Gabungan pada awal pekan ini dibuka menguat di level 7.970. Pergerakan IHSG terjadi di tengah penguatan mayoritas bursa saham Asia.


IHSG juga masih menghadapi sentimen dari Moody’s yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif. Pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan akan lebih banyak dipengaruhi sentimen regional, khususnya dari bursa saham Asia.


Nilai tukar Rupiah pada perdagangan pagi ditransaksikan stabil cenderung menguat. Rupiah bergerak sideways di tengah stabilnya indeks dolar AS di level 97,6 dan tekanan pada imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun di kisaran 4,22%.


Rupiah pada perdagangan pagi bergerak di kisaran Rp16.855 per dolar AS. Pergerakan tersebut berlangsung seiring minimnya sentimen domestik baru yang mempengaruhi pasar valuta asing.


Dari dalam negeri, pasar juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi. Data indeks kepercayaan konsumen, penjualan sepeda motor, penjualan ritel dan penjualan mobil dijadwalkan dirilis dalam sepekan ke depan.


Harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$5.032 per ons troy atau sekitar Rp2,7 juta per gram. Harga emas kembali berada di atas level US$5.000 per ons di tengah belum adanya kesepakatan awal yang meredakan ketegangan antara Iran dan AS.