ANTARAsatu.com | MEDAN - IHSG pada perdagangan Selasa (10/2) dibuka melemah ke level 8.031 dan selanjutnya berbalik arah diperdagangkan di zona hijau. IHSG berpeluang menguat dan berpotensi menguji level 8.130.
Mata uang Rupiah bergerak menguat di kisaran level 16.785 per US Dolar. Penguatan Rupiah terjadi saat USD Index melemah ke level 96.92 dan imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke bawah level 4.2%.
Sementara emas ditransaksikan stabil di kisaran level $5.043 per ons troy atau sekitar 2.7 juta per gram. Stabilitas harga emas terjadi di tengah belum adanya tanda-tanda perdamaian antara Iran dan AS.
“Pelaku pasar untuk sementara akan lebih fokus mencermati rilis data inflasi dan ketenagakerjaan AS sebagai acuan pembentukan kebijakan suku bunga The Fed ke depan,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan.
Mayoritas bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini terpantau menguat. Penguatan bursa saham Asia memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG yang mengikuti pola pergerakan regional.
Data inflasi dan data ketenagakerjaan AS akan menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam waktu dekat. Dinamika geopolitik global juga masih dicermati karena berpotensi berubah dengan cepat dan memicu gejolak baru di pasar keuangan.
