Ilustrasi.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga emas dunia masih berada di level tinggi, sementara IHSG dan Rupiah ditutup menguat di tengah memburuknya sejumlah indikator keuangan Amerika Serikat. Kondisi tersebut terjadi pada perdagangan Senin (9/2) seiring dinamika sentimen global dan domestik.
Harga emas dunia pada perdagangan sore ditransaksikan stabil di kisaran $5.015 per ons troy atau sekitar Rp2,72 juta per gram. Harga emas bergerak stabil di tengah kekhawatiran memburuknya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, dengan pelaku pasar mengambil sikap wait and see hingga tercapai kesepakatan kedua negara.
“Ketidakpastian global membuat emas tetap diminati, sementara pasar domestik masih mendapatkan dukungan sentimen internal,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan.
Meningkatnya tensi geopolitik mendorong peningkatan pembelian emas oleh bank sentral dunia. Ketidakpastian politik dan ekonomi ke depan membuat bank sentral memilih emas sebagai cadangan di tengah ancaman perang yang masih berlangsung.
Sementara itu IHSH ditutup menguat 1,22% di level 8.031,874. Penguatan IHSG terjadi di tengah membaiknya kinerja mayoritas bursa saham Asia dan memudarnya sentimen negatif penurunan outlook peringkat kredit Indonesia.
Indeks kepercayaan konsumen domestik tercatat naik menjadi 127 pada Januari dan turut menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan dalam negeri. Mata uang Rupiah pada perdagangan yang sama ditutup menguat di level 16.795 per dolar AS di tengah memburuknya sejumlah indikator keuangan Amerika Serikat.
