google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Cetak Rekor Baru! Harga Emas Meroket akibat Pelemahan Ekonomi AS, IHSG dan Rupiah juga Melejit

Advertisement

Cetak Rekor Baru! Harga Emas Meroket akibat Pelemahan Ekonomi AS, IHSG dan Rupiah juga Melejit

11 Februari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga emas dunia mencetak rekor baru di tengah pelemahan data ekonomi Amerika Serikat. Harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$5.104 per ons troi atau berada di kisaran Rp2,76 juta per gram pada perdagangan Rabu (11/2).


Penguatan harga emas terjadi setelah serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat tidak mampu melampaui ekspektasi pasar. Data ekonomi Amerika Serikat sebelumnya dinilai kurang memuaskan pada perdagangan sebelumnya dan menjadi sentimen bagi pergerakan harga emas.


“Pelemahan data ekonomi Amerika Serikat masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam mencermati pergerakan harga emas dunia,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan.


Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat mengikuti pergerakan mayoritas bursa saham Asia. IHSG menguat 1,96% ke level 8.290,966 dengan pergerakan harian berada di rentang 8.118 hingga 8.290 dan ditutup di posisi tertinggi.


Sejumlah emiten menopang penguatan IHSG, di antaranya CDIA, BUMI, DEWA, PTRO, ANTM, dan TLKM. Kabar rencana buyback saham senilai Rp1 triliun dari PT Chandra Daya Investasi Tbk turut memicu kenaikan saham CDIA.


Mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat ke level 16.775 per dolar Amerika Serikat. Pada saat yang sama, dolar Amerika Serikat melemah di tengah rilis data ekonomi yang belum mampu melampaui ekspektasi pasar.


Tekanan pada dolar Amerika Serikat berpeluang terhenti jika rilis data ekonomi seperti serapan tenaga kerja dan tingkat pengangguran mampu melampaui ekspektasi pasar. Rilis data ekonomi Amerika Serikat selanjutnya berpeluang mengubah kinerja IHSG dan Rupiah pada perdagangan berikutnya.