ANTARAsatu.com | JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengecam keras keterlambatan penerbangan hingga lima jam yang dialami penumpang Super Air Jet. Peristiwa itu dinilai sebagai persoalan tata kelola layanan penerbangan yang merugikan konsumen dan memerlukan transparansi serta revisi aturan kompensasi.
Video penumpang Super Air Jet yang mengalami delay hingga lima jam viral di media sosial. Maskapai itu bahkan meninggalkan satu penumpang yang terlambat masuk ke pesawat.
"Maskapai tidak boleh sekadar diam atau berlindung di balik alasan internal. Konsumen berhak mendapatkan permintaan maaf resmi dan terbuka atas kerugian waktu, tenaga, dan biaya yang dialami," kata Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo melalui keterangan tertulis, Minggu (15/2).
Rio mengatakan keterlambatan selama berjam-jam menunjukkan persoalan mendasar dalam tata kelola penerbangan nasional. Hak konsumen atas pelayanan yang layak, aman, dan tepat waktu dinilai belum terpenuhi dalam insiden tersebut.
YLKI meminta maskapai memberikan alasan keterlambatan secara jujur dan rinci kepada konsumen. Komitmen layanan agar permasalahan serupa tidak terulang di masa depan juga diminta disampaikan kepada publik.
YLKI mendesak pemerintah melakukan audit operasional dan manajemen maskapai terkait insiden delay tersebut. Audit terhadap kelayakan operasional pesawat, kesiapan armada, dan manajemen layanan diminta segera dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.
YLKI menilai skema kompensasi yang berlaku saat ini masih terlalu ringan dan tidak menimbulkan efek jera bagi maskapai. Revisi regulasi agar kompensasi diperbesar secara signifikan didorong agar maskapai lebih bertanggung jawab dan tidak menganggap delay sebagai hal lumrah, terutama jika disebabkan kendala operasional.
