google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 BPJS KESEHATAN: Penonaktifan 11 Juta Peserta PBI Tanpa Notifikasi, Purbaya: Konyol !

Advertisement

BPJS KESEHATAN: Penonaktifan 11 Juta Peserta PBI Tanpa Notifikasi, Purbaya: Konyol !

10 Februari 2026

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.


ANTARAsatu.com | JAKARTA - ​Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kegaduhan akibat penonaktifan mendadak 11 juta peserta PBI JKN pada awal 2026. Persoalan muncul karena pemutakhiran data dilakukan tanpa pemberitahuan kepada peserta yang terdampak.


​Jumlah peserta yang dihapus mencapai hampir 10% dari total 98 juta peserta PBI. Angka ini melonjak tajam dibanding periode Juni 2025 yang konsisten di bawah satu juta peserta atau sekitar 1%.


​"Jangan sampai orang yang sudah sakit, tiba-tiba mau cuci darah tidak berhak, itu kelihatannya kita konyol," ujar Purbaya dalam rapat konsultasi pimpinan Komisi DPR RI, Senin (9/2).


Sistem seharusnya otomatis memberikan notifikasi saat seseorang masuk daftar tidak lagi menjadi peserta PBI. Pemberitahuan tersebut memudahkan masyarakat untuk membayar mandiri atau segera mengurus administrasi kembali.


Namun yang terjadi ​masyarakat baru menyadari status nonaktif saat terkendala ketika datang berobat pada awal Februari. Purbaya menegaskan pemutakhiran data bertujuan agar subsidi tepat sasaran bagi warga miskin dan tidak mampu.


​Purbaya menyarankan pemutakhiran data skala besar dilakukan dalam rentang tiga hingga lima bulan. Ia mengusulkan masa transisi 2 hingga 3 bulan yang disertai sosialisasi bagi peserta.


​Purbaya menilai penghentian akses layanan bagi pasien rutin seperti cuci darah seharusnya bisa dihindari. Ia menyesalkan citra pemerintah menjadi buruk meskipun besaran anggaran yang dikeluarkan negara tetap sama.