Kantor Gubernur Sumut.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dikabarkan mundur dari jabatannya secara beruntun. Terbaru, Kepala Dinas PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar dan Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Fitra Kurnia dikabarkan ikut mengundurkan diri.
Hendra Dermawan Siregar dikabarkan mundur meski belum genap enam bulan menjabat sebagai Kadis PUPR Sumut. Ia dilantik Gubernur Sumut Bobby Nasution pada Jumat, 22 Agustus 2025, menggantikan Topan Obaja Putra Ginting yang terjaring operasi tangkap tangan KPK.
“Maaf belum terkonfirmasi,” kata Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansyah Harahap, Selasa (10/2).
Kabar mundurnya Hendra kembali mengejutkan jajaran pejabat utama Pemprov Sumut. Hingga kini, alasan pengunduran diri tersebut belum disampaikan secara resmi.
Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Bobby Nasution, dua kepala dinas lebih dulu mengundurkan diri pada Oktober 2025. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Hasmirizal Lubis mundur pada 14 Oktober karena alasan keluarga, disusul Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rajali pada 20 Oktober 2025 dengan alasan kesehatan.
Dalam kasus Hendra Dermawan Siregar, beredar informasi pengunduran diri diduga berkaitan dengan tekanan pekerjaan. Namun informasi tersebut belum mendapat konfirmasi dari pejabat berwenang di Pemprov Sumut.
Hingga kini keterangan resmi belum diberikan oleh Gubernur, Sekda, Inspektorat, maupun BKD Sumut. Situasi tersebut membuat alasan pengunduran diri para kepala dinas belum terungkap.
Selain Hendra, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Sumut Fitra Kurnia juga dikabarkan mundur sejak 9 Februari 2026. Pengunduran diri Fitra Kurnia telah berlaku sejak tanggal tersebut
Fitra sendiri dilantik Bobby Nasution sebagai Kadis Perindag ESDM Sumut pada 15 Agustus 2025.
