ANTARAsatu.com | PADANG PARIAMAN - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, dengan menyuplai kebutuhan energi di Hunian Sementara (Huntara) Ketapiang. Langkah ini bertujuan menjamin aktivitas domestik warga terdampak tetap berjalan selama masa transisi.
Dalam peninjauan ke lokasi, Pertamina menggandeng Komisi VI DPR RI dan Danantara untuk memetakan kebutuhan mendasar pengungsi. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyatakan kehadiran perusahaan adalah bentuk pendampingan sosial sekaligus memastikan keandalan energi di zona bencana.
"Kami memastikan kebutuhan dasar di hunian sementara terpenuhi. Selain menjaga pasokan energi, kami menyalurkan bantuan sosial agar aktivitas harian warga pulih lebih cepat," kata Sunardi melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (23/1/2026).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina mendistribusikan 62 tabung Bright Gas yang akan diisi ulang secara berkala. Selain itu, bantuan fisik berupa kompor gas, penanak nasi, peralatan memasak, hingga 40 kotak sembako diserahkan kepada warga di Huntara Ketapiang dan Huntara Kapalo Koto.
Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menyebut bantuan ini dirancang untuk pemanfaatan jangka panjang. Senada dengan itu, Direktur SDM PT Pertamina (Persero), M. Erry Sugiharto, mengatakan sinergi lintas sektor dalam pemulihan ini menjadi aspek penting.
Agenda tersebut turut dihadiri sejumlah anggota Komisi VI DPR RI, antara lain Andre Rosiade, Nevi Zuarina, dan Kawendra Lukistian, serta perwakilan Danantara, Rohan Hafas. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan kelayakan hidup warga terdampak di tengah keterbatasan hunian sementara.
