google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Tim SAR Selamatkan Sopir Truk Jatuh ke Jurang Diterjang Longsor di Mandailing Natal

Advertisement

Tim SAR Selamatkan Sopir Truk Jatuh ke Jurang Diterjang Longsor di Mandailing Natal

22 Oktober 2025

 

Proses evakuasi seorang sopir truk dari jurang di Desa Sitinjak, Kecamatan Penyabungan Selatan, Mandailing Natal, Sumatra Utara, Rabu (22/10).


ANTARAsatu.com | MANDAILING NATAL - Tim SAR berhasil menyelamatkan seorang sopir truk yang jatuh ke jurang akibat longsor di Desa Sitinjak, Kecamatan Penyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, Rabu (22/10) pagi. Korban bernama Sobar, 28, ditemukan dalam keadaan hidup meski mengalami cidera pada kaki dan tulang belakang setelah terjebak di dasar jurang.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan, operasi penyelamatan dilakukan di tengah medan curam dan kondisi longsor yang masih labil.


"Tim SAR Nasional telah berupaya maksimal melakukan evakuasi di tengah medan sulit dan hujan gerimis," ujarnya, Rabu (22/10).


Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di Jalan Lintas Sumatera, saat truk tanpa muatan itu melintas menuju Natal. Longsor tiba-tiba menerjang jalan dan membuat kendaraan terguling ke jurang sedalam belasan meter.


Setelah menerima laporan dari pihak kepolisian, Tim Rescue Pos SAR Mandailing Natal segera menuju lokasi dengan membawa peralatan ekstrikasi. Evakuasi dilakukan bersama TNI, Polri, BPBD Mandailing Natal dan warga sekitar selama lebih dari satu jam.


Korban kemudian dievakuasi dengan tandu secara hati-hati agar cidera tidak bertambah parah. Sebelum kemudian dibawa ke Rumah Sakit Penyabungan untuk mendapat perawatan medis.


Hery menyebut operasi dilakukan dengan penuh kewaspadaan karena material longsor masih bergerak. Karena itu dia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati melintasi wilayah rawan longsor, terutama di musim penghujan.


"Wilayah Mandailing Natal memiliki banyak titik rawan longsor. Kami mengingatkan pengemudi untuk selalu waspada saat melintas di jalur perbukitan," katanya.


Dia menambahkan, koordinasi dan kesiapsiagaan antarinstansi terus diperkuat di wilayah rawan bencana Sumatera Utara agar respons darurat bisa dilakukan lebih cepat.