google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Takut Ketahuan Orangtua, Sejoli di Asahan Buang Bayi Jelang Lebaran

Advertisement

Takut Ketahuan Orangtua, Sejoli di Asahan Buang Bayi Jelang Lebaran

29 Maret 2026

 


ANTARAsatu.com | ASAHAN - Di tengah persiapan warga menyambut hari kemenangan, sebuah peristiwa memilukan terjadi di aspal jalanan Lingkungan IV, Kelurahan Aek Loba Pekan, Kabupaten Asahan, Sumut.


Seorang bayi perempuan ditemukan tergeletak sendirian dalam posisi telungkup. Memicu amarah sekaligus kesedihan mendalam bagi siapa pun yang melihatnya.


Setelah sepekan melakukan penyelidikan intensif, tabir gelap di balik pembuangan bayi berinisial A ini akhirnya tersingkap. Polsek Pulau Raja berhasil mengamankan sepasang kekasih muda, MA (20) dan DP (20), yang tak lain adalah orangtua kandung dari bayi mungil tersebut.


Motif di balik tindakan tak manusiawi ini ternyata berakar dari rasa takut yang mendalam. Kepada penyidik, sejoli ini mengaku nekat meninggalkan darah daging mereka karena dihantui bayang-bayang amarah orangtua masing-masing.


Terlebih lagi, momen Idulfitri yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi keluarga justru menjadi momok bagi keduanya yang menyimpan rahasia besar.


"Mereka mengaku takut kepada orang tua masing-masing, apalagi menjelang perayaan Idulfitri," ujar Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, lansir nusantaraterkini.co, Sabtu (28/3/2026).


Bayi Aisyah—begitu ia dipanggil—lahir pada Agustus 2025 di Medan sebagai hasil hubungan di luar pernikahan. Dalam kondisi panik dan terjepit, MA dan DP sepakat meletakkan bayi berusia tujuh bulan itu di jalan umum dekat rumah MA, dengan harapan ada warga yang menemukan dan merawatnya.


Pelarian batin pasangan ini berakhir ketika polisi berhasil melacak jejak administrasi dan mengumpulkan informasi dari masyarakat. MA dijemput petugas pada Rabu (26/3/2026) pagi, yang kemudian disusul dengan penangkapan kekasihnya, DP, di lokasi berbeda.


Beruntung, bayi Aisyah yang sempat ditemukan warga berinisial S (62) itu kini berada dalam kondisi stabil. Setelah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Aek Kuasan, tim medis menyatakan sang bayi dalam keadaan sehat meski sempat terlantar di jalanan.


Kasus ini pun telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Asahan.


"Kami berkomitmen penuh menangani kasus yang menyangkut keselamatan anak. Ini adalah peringatan keras bahwa ketakutan sosial tidak boleh mengorbankan nyawa manusia," tegas AKBP Revi.