google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Satu Remaja Ditemukan Tewas dalam Tragedi Sungai Pangkal Titi Asahan

Advertisement

Satu Remaja Ditemukan Tewas dalam Tragedi Sungai Pangkal Titi Asahan

28 Maret 2026

 


ANTARAsatu.com | ASAHAN -  Keceriaan sore di tepian Sungai Pangkal Titi, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, berubah menjadi duka mendalam pada Jumat (27/3/2026). Aliran sungai yang semula tampak tenang mendadak berubah menjadi jeram maut bagi dua remaja yang tengah asyik bermain air.


Tim SAR Gabungan yang dikomandoi oleh Pos SAR Tanjung Balai Asahan akhirnya menemukan salah satu korban setelah melakukan penyisiran intensif. Korban diidentifikasi sebagai Bram Pasaribu (14), yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.


Upaya pencarian yang dimulai sejak laporan kehilangan diterima membuahkan hasil pada pukul 16.15 WIB. Tubuh remaja malang itu ditemukan mengambang, terbawa arus hingga sejauh satu kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan terseret.


"Korban ditemukan kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian musibah (LKM)," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan (Basarnas Medan) Hery Marantika, Sabtu (28/3/2026).


Isak tangis pecah saat proses evakuasi berlangsung. Tim Rescue segera menyerahkan jasad Bram ke pihak keluarga untuk disemayamkan.


Kepergian Bram meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga warga sekitar yang menyaksikan proses pencarian tersebut.


Meski satu korban telah ditemukan, tugas Tim SAR belum selesai. Rekan Bram, Prabu Batara Dewi Pangga Siregar (13), hingga kini belum dilaporkan ditemukan.


Penyisiran di sepanjang aliran sungai terus dioptimalkan menggunakan perahu LCR dan peralatan water rescue standar internasional. Area pencarian pun mulai diperluas mengingat kuatnya arus sungai saat kejadian.


"Kami turut berduka cita atas meninggalnya satu korban. Saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban lainnya. Seluruh unsur kami kerahkan secara maksimal agar korban dapat segera ditemukan," tambah Hery Marantika.


Basarnas Medan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang membuat debit air dan arus sungai menjadi tidak stabil.