google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Gempa Simalungun, Dirasakan Warga Banda Aceh

Advertisement

Gempa Simalungun, Dirasakan Warga Banda Aceh

Editor: Dyan Putra
15 Agustus 2026

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8/2026) sore
ANTARASATU.COM | Banda Aceh - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 Skala Richter yang mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8/2026) sore, juga dirasakan warga Kota Banda Aceh hingga Aceh Selatan.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 17.54 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 2,97 derajat lintang utara (LU) dan derajat 98,95 bujur timur (BT), sekitar 11 kilometer sebelah timur Simalungun, dengan kedalaman 163 kilometer.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh sejumlah warga di Banda Aceh. Bahkan sebagian warga memilih keluar rumah karena khawatir getaran semakin kuat.

Nora warga Banda Aceh, mengaku, ia bersama sejumlah warga sempat panik saat merasakan guncangan gempa.

"Saya tadi sedang bekerja dan langsung lari keluar rumah. Takut gempanya semakin kuat," ujar Nora, saat dihubungi melalui telepon.

Hingga berita ini dirilis, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa di wilayah Aceh.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait untuk mengetahui perkembangan gempa dan potensi dampak yang ditimbulkan.

Sementara itu, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa terjadi akibat aktivitas sesar dengan mekanisme sesar geser turun (oblique normal fault).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan skala intensitas V MMI di Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Limapuluh. Skala V MMI berarti getaran dirasakan hampir semua penduduk dan orang banyak terbangun.

Gempa juga dirasakan dengan skala IV MMI di Raya, Simalungun, Panombeian Pane, Simalungun, Panei, Simalungun, Kota Pematangsiantar, dan Kota Pangururan. Skala IV MMI berarti getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

Hasil monitoring BMKG pada pukul 18.16 WIB menyebutkan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," kata Wijayanto dalam keterangannya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi. ***