google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Gempa M 7,7 NTT: Satu Meninggal, Empat Luka-Luka

Advertisement

Gempa M 7,7 NTT: Satu Meninggal, Empat Luka-Luka

15 Agustus 2026


ANTARASATU.COM | Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Berdasarkan hasil pemutakhiran dan validasi data di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, tercatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8).

Berton menjelaskan, korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka. Sementara itu, empat korban luka-luka teridentifikasi tersebar di dua wilayah, yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo.

Selain memakan korban jiwa, gempa dangkal berkedalaman 15 kilometer tersebut memicu evakuasi massal. Sebanyak 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih tinggi pasca-gempa dan munculnya peringatan dini tsunami.

Di Kota Bima, tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.
Dampak kerusakan infrastruktur meliputi dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas umum rusak ringan, serta enam kantor pemerintahan mengalami kerusakan.

"Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD bersama unsur terkait," ujar Berton.

Sebelumnya, gempa bumi terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 30 kilometer arah timur Mbay, Nagekeo, NTT.

Meski pemodelan BMKG sempat menunjukkan potensi tsunami, peringatan dini tsunami telah resmi diakhiri pada pukul 07.30 WIB.