google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Data Ekonomi Nasional Gagal Jadi Sentimen Positif, Rupiah Kembali Dekati 18.000

Advertisement

Data Ekonomi Nasional Gagal Jadi Sentimen Positif, Rupiah Kembali Dekati 18.000

12 Agustus 2026


ANTARASATU.COM | Medan - Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan merosot mendekati level 18.000 per dolar AS pada perdagangan, Rabu (12/8). Pergerakan mata uang Garuda tetap tertahan di zona merah meskipun pemerintah telah merilis data ekonomi nasional.

Analis Pasar Keuangan dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menilai rilis data ekonomi domestik tersebut belum mampu memberi dorongan bagi rupiah.

"Mata uang rupiah bertahan di zona merah. Rupiah sempat melemah hingga ke level 17.885, sebelum akhirnya ditutup turun di level 17.865 per dolar AS. Pelemahan rupiah berlanjut setelah rilis data ekonomi nasional gagal menjadi sentimen positif bagi IHSG," ujar Gunawan, di Medan, Rabu (12/8).

Menurut dia, tekanan terhadap rupiah terjadi seiring dengan penguatan indeks dolar AS (USD Index) yang bergerak mendekati level 100, atau tepatnya berada di posisi 99,8. Selain itu, pergerakan rupiah maupun IHSG juga saat ini tengah dibayangi oleh potensi munculnya sentimen negatif lanjutan jelang rilis data inflasi AS serta hasil tinjauan lembaga pemeringkat saham MSCI (Morgan Stanley Capital International).

"Skenario buruk membayangi manakala data inflasi AS mengalami kenaikan, sementara MSCI tetap bertahan pada kebijakan yang lama, atau bahkan cenderung menjadi sentimen negatif," kata Gunawan.

Kondisi rupiah yang melemah ini berbanding terbalik dengan bursa saham. IHSG justru ditutup menguat 1,6% di level 6.373,849. Penguatam IHSG ditopang oleh saham-saham emiten besar seperti BMRI, BBCA, BUMI, BBRI dan TINS.

"Penguatan IHSG menunjukkan pasar memiliki ekspektasi positif terhadap hasil putusan MSCI besok dini hari," imbuhnya.

Sementara itu harga emas dunia ditransaksikan relatif bertahan di kisaran level US$4.410 per troy ons (sekitar Rp2,54 juta per gram). Harga emas bertahan dengan bayangan koreksi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.