google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Kasus Super Flu di Sumut Melonjak Enam Kali Lipat dalam Sebulan

Advertisement

Kasus Super Flu di Sumut Melonjak Enam Kali Lipat dalam Sebulan

25 September 2026

Ilustrasi.

ANTARASATU.COM | Medan - Kasus Influenza A atau yang belakangan disebut sebagai "Super Flu" di Sumut menunjukkan peningkatan dalam sebulan terakhir. Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat kenaikan kasus yang cukup signifikan dari Agustus ke September 2026.

Berdasarkan pemantauan Dinkes Sumut melalui site sentinel penyakit mirip influenza atau Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI), kasus yang terdeteksi meningkat dari tiga kasus pada Agustus menjadi 18 kasus pada September.

"Terjadi tren peningkatan dari tiga kasus pada Agustus menjadi 18 kasus pada bulan September. Artinya, terjadi kenaikan hingga enam kali lipat dalam periode satu bulan," ungkap Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Sumut, dr. Nora Nasution, Jumat (25/9). 

Secara keseluruhan, Dinkes Sumut mencatat 27 kasus Influenza A berdasarkan hasil pemantauan tersebut. Pengawasan dilakukan melalui dua lokasi site sentinel, yakni Puskesmas Teladan untuk wilayah Kota Medan dan RS Amri Tambunan untuk wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Peningkatan kasus ini menjadi bagian dari pemantauan dalam sistem deteksi dini penyakit menular. Pemantauan influenza dilakukan untuk mengetahui perkembangan virus sejak dini.

Sistem tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan penyakit saluran pernapasan di masyarakat. Perhatian terhadap penyakit influenza juga semakin besar setelah dunia melewati pandemi Covid-19.

Perubahan dan mutasi virus saluran pernapasan menjadi salah satu aspek yang perlu dipantau agar potensi penyebaran lebih luas dapat diantisipasi sejak awal. Meski terjadi peningkatan kasus, tetapi masyarakat diminta Nora tidak langsung mengaitkan kondisi ini dengan munculnya pandemi baru.

Nora menjelaskan, gejala Influenza A pada umumnya berupa demam, batuk dan pilek. Kondisi itu berbeda dengan Covid-19 yang pada masa pandemi dapat menyebabkan gangguan berat pada saluran pernapasan.

"Berbeda dengan COVID-19 yang menyerang dan merusak jaringan alveoli paru-paru secara cepat, super flu ini tidak tergolong fatal dan hingga saat ini tidak ada laporan kasus kematian (case fatality rate 0%). Sebagian besar pasien dapat sembuh secara mandiri seiring membaiknya daya tahan tubuh," jelasnya.

Meski demikian, lanjut dia, peningkatan kasus tetap perlu menjadi perhatian. Terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan.

Dengan adanya peningkatan kasus pada September, Dinkes Sumut pun meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan Influenza A melalui sistem surveilans yang tersedia.

Dinkes Sumut mencatat balita dan lanjut usia menjadi kelompok yang paling rentan terpapar. Karena itu, keluarga perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan.

Terlebih jika ada anggota keluarga yang masuk dalam kelompok itu. Seperti mengalami gejala flu maupun gangguan pernapasan.

Masyarakat yang mengalami gejala dianjurkan beristirahat di rumah dan mengurangi kontak erat dengan orang lain. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan, terutama ketika berada di luar rumah atau saat mengalami batuk dan pilek.

Selain itu, pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air putih dan rutin berolahraga. Vaksinasi influenza tahunan juga dapat menjadi salah satu perlindungan tambahan terhadap berbagai varian virus influenza.