google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Membela Ayahnya Dimaki, Seorang Pemuda di Medan Tewas Dihujani Pisau

Advertisement

Membela Ayahnya Dimaki, Seorang Pemuda di Medan Tewas Dihujani Pisau

24 September 2026


ANTARASATU.COM | Medan - Bermula dari sebuah remote televisi, persoalan di warung kopi wilayah Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, Sumatra Utara, berubah menjadi tragedi berdarah. Leonardo Tarigan, 26 , yang datang bersama rekannya untuk membela ayah rekannya, justru kehilangan nyawa setelah terlibat perkelahian dengan Hendri Sembiring, 43.

Malam itu, Minggu (20/9), sekitar pukul 21.30 WIB, Hendri sedang berada di Warkop Tiktok, Jalan Bunga Pancur Siwah. Remote televisi berada di tangannya.

Johanes Tarigan kemudian meminta remote tersebut karena hendak mengganti saluran televisi. Permintaan sederhana itu kemudian memicu pertengkaran.

Cekcok terjadi. Dalam pertengkaran itu Hendri diduga memaki Johanes dengan kata-kata kasar. Johanes akhirnya meninggalkan warung kopi.

Namun, sekitar dua jam berselang, persoalan kembali mencuat. Johanes datang bersama dua anaknya, Niko Tarigan dan Leonardo Tarigan.

Mereka mencari Hendri dan akhirnya menemukannya di Kedai Kopi Surya sekitar pukul 23.45 WIB. Pertemuan yang semula berkaitan dengan persoalan sebelumnya itu berubah menjadi perkelahian. Hendri dikeroyok oleh tiga orang.

Dalam keadaan terdesak, Hendri kemudian mengambil pisau yang diselipkan di pinggangnya. Pisau itu digunakan untuk menyerang Leonardo.

"Ketiganya ini datang karena tidak terima sebelumnya, orang tua dari NT dimaki-maki, sehingga mereka menghampiri pelaku Hendri Sembiring, langsung memukul Hendri Sembiring," kata Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Aidil Ginting, Rabu (23/9).

Leonardo sempat mencoba menjauh untuk menyelamatkan diri. Namun langkahnya terhenti ketika dia terjatuh di jalan. Hendri mengejarnya.

Menurut Aidil, saat Leonardo terjatuh, Hendri kembali menikam korban. Total terdapat enam luka tusuk pada tubuh Leonardo.

Leonardo kemudian dibawa Niko ke RSUP H Adam Malik. Namun, upaya mendapatkan pertolongan medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Kabar penikaman tersebut kemudian diterima Polsek Medan Tuntungan. Polisi mendatangi lokasi kejadian, tetapi Hendri sudah tidak berada di tempat.

Petugas selanjutnya melakukan pencarian terhadap Hendri. Dan dua hari kemudian, Selasa (22/9) sekitar pukul 10.30 WIB, keberadaan Hendri diketahui.

Polisi menangkapnya di Jalan Letjen Jamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu. Dalam pemeriksaan, Hendri mengakui telah menikam Leonardo.

Polisi kemudian menahan Hendri di Polsek Medan Tuntungan untuk menjalani proses hukum terkait kematian Leonardo.