google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Soroti Kelangkaan BBM, Ketua Koperasi Keluarga Pers Indonesia Minta Pertamina dan Pemprov Bergerak Cepat

Advertisement

Soroti Kelangkaan BBM, Ketua Koperasi Keluarga Pers Indonesia Minta Pertamina dan Pemprov Bergerak Cepat

Editor: Dyan Putra
15 Juli 2026

Ketua Koperasi Keluarga Pers Indonesia, Devis Abuimau Karmoy
ANTARAsatu.com | MEDAN - Kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang berkepanjangan terus menuai perhatian dan sorotan dari berbagai kalangan.

Kali ini sorotan datang dari Ketua Koperasi Keluarga Pers Indonesia, Devis Abuimau Karmoy, yang meminta PT Pertamina dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut sebelum berdampak lebih luas terhadap masyarakat dan perekonomian.

Devis mengatakan kelangkaan BBM tidak hanya memicu keresahan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak serius terhadap pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

"Kelangkaan BBM tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga memperburuk pelaku usaha, terutama bagi pengusaha UMKM. Oleh karena itu Pertamina harus segera mengambil langkah dan gerak cepat dalam mengatasi situasi kelangkaan BBM saat ini," ujar Devis Abuimau Karmoy, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi. Jika distribusi BBM terus terganggu, maka operasional usaha, distribusi barang hingga mobilitas masyarakat berpotensi ikut terdampak.

Devis juga meminta Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera menemukan solusi agar masyarakat tidak semakin panik dan antrean panjang di SPBU dapat segera terurai.

"Pertamina dan pemerintah, khususnya Pemprov Sumut, harus segera mencari jalan keluar agar masyarakat tidak panik sehingga terjadi penumpukan antrean di setiap SPBU," katanya.

Ia menilai penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan BBM di Sumatera Utara.

Lebih lanjut, Devis mengingatkan bahwa apabila persoalan kelangkaan BBM tidak segera ditangani, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dapat menurun.

"Jika Pemprov Sumut gagal dalam mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi saat ini, bukan tidak mungkin masyarakat akan menganggap pemerintahan saat ini gagal," tegasnya.

Devis berharap seluruh pihak terkait dapat mempercepat normalisasi distribusi BBM sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Sumatera Utara dapat kembali berjalan normal. ***