google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Konsumsi BBM Melonjak, Pertamina Operasikan FT Medan Nonsetop

Advertisement

Konsumsi BBM Melonjak, Pertamina Operasikan FT Medan Nonsetop

14 Juli 2026

Fuel Terminal BBM Medan.

ANTARASATU.COM | MEDAN - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut resmi mengoperasikan Fuel Terminal (FT) Medan selama 24 jam menyusul terjadinya antrean BBM yang mengular di berbagai SPBU di Kota Medan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrogi Andriani Sumampau menyatakan, lonjakan konsumsi pasca-libur sekolah menjadi penyebab utama terhambatnya ritase distribusi.

Ritase adalah jumlah perjalanan atau siklus pengiriman oleh satu unit armada (mobil tangki) dari titik muat (terminal BBM) menuju titik tujuan (SPBU) dan kembali lagi ke titik muat dalam satu periode waktu tertentu.

"Kami tidak menutup mata atas situasi di lapangan dan terus bekerja maksimal mempercepat pemulihan," kata Fahrogi, Selasa (14/7).

Untuk menuntaskan persoalan ini, Pertamina melakukan perombakan operasional distribusi secara masif. Selain mengaktifkan terminal 24 jam, mereka juga menambah 20 unit mobil tangki.

Kemudian menerapkan skema *
spot charter hingga melibatkan personel TNI untuk memperkuat armada. Pertamina juga menarik bantuan awak mobil tangki dari terminal terdekat maupun wilayah regional lain untuk mempercepat pengiriman ke SPBU.

Untuk menambal kekurangan pasokan di FT Medan, perusahaan pun melakukan alih suplai dari FT Kisaran, Siantar hingga Lhokseumawe. Dan terkait teknis penyaluran, Pertamina menerapkan pemantauan intensif di setiap SPBU melalui koordinasi dengan Pemprov Sumut, aparat penegak hukum dan Hiswana Migas.

Fahrogi menegaskan, distribusi difokuskan pada koridor logistik dan angkutan umum tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat luas. Meski dia menyadari masyarakat membutuhkan bukti kerja nyata di lapangan.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar alur pelayanan bisa segera kembali normal.

"Kami mohon dukungan masyarakat agar proses pemulihan distribusi ini berjalan lancar dan tertib," ujarnya.