![]() |
| Chery Tiggo PHEV, Mesin Hybrid dengan Teknologi DHT yang pertama di dunia |
Melalui kebijakan ini, produsen otomotif asal China, Chery, meluncurkan program Rhino Battery Safety Guarantee sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen pengguna mobil listrik.
Melansir Carnewschina, Kamis (9/7/2026), program tersebut menjadi bagian dari komitmen garansi keamanan baterai seumur hidup yang diterapkan Chery pada lini mobil listrik penumpang, sekaligus memperkuat standar keselamatan baterai yang diklaim mencapai 10 kali lebih ketat dibandingkan persyaratan regulasi terbaru di China.
Teknologi tersebut dikembangkan melalui investasi riset senilai 10 miliar yuan atau sekitar US$ 1,47 miliar. Platform ini akan menjadi fondasi bagi model plug-in hybrid (PHEV) terbaru Chery, termasuk sedan Fulwin A9 dan SUV Fulwin T7.
Pada aspek keselamatan, rumah baterai dirancang mampu menahan benturan dari bawah kendaraan hingga 1.500 joule, atau sekitar 10 kali lebih tinggi dibanding standar minimum yang berlaku.
Pengujian juga dilakukan melalui simulasi ekstrem, termasuk 10 tusukan pin secara bersamaan, penghancuran fisik, perendaman air, hingga uji paku tanpa memicu kebakaran maupun thermal runaway.
Chery juga meningkatkan kualitas produksi baterai melalui ruang produksi berstandar tinggi. Area pelapisan sel baterai dijaga hanya memiliki sekitar 40 partikel debu berukuran 0,5 mikrometer per meter kubik, sementara komponen dipindahkan menggunakan jalur levitasi magnetik sepanjang 100 meter untuk meminimalkan kontaminasi.
Selain itu, perusahaan juga sedang mengembangkan teknologi baterai solid-state berbasis elektrolit sulfida dengan target kepadatan energi mencapai 600 Wh per kg pada model produksi massal di masa depan.
Menurut Chery, teknologi tersebut telah diuji pada 43.000 kendaraan dengan total jarak tempuh lebih dari 1,2 miliar kilometer tanpa satu pun insiden kebakaran baterai yang tercatat.
Peluncuran standar keselamatan baru ini dilakukan saat melemahnya penjualan domestik Chery di negara asalnya. Data pasar menunjukkan pengiriman kendaraan di China turun dari 51.417 unit pada Juni 2025 menjadi 31.738 unit pada Mei 2026 atau merosot 34,8% secara tahunan. ***

