ANTARAsatu.com | MEDAN - Kegiatan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara (Sumut) baru saja diselenggarakan pada 8–12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Jambore Daerah ke XI Gerakan Pramuka Sumut di Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit, Deli Serdang
Namun acara yang diikuti sekitar 5.575 peserta penggalang dan mengusung tema "Penguatan Karakter Berbasis Teknologi" itu, hingga berakhir, pada Minggu 12 Juli 2026, tidak diketahui berapa anggaran yang digunakan untuk kegiatan Jamda XI.
Diketahui, Jamda mencetak sejarah sebagai satu-satunya Jambore Daerah di Indonesia yang membebaskan biaya perkemahan (gratis) bagi seluruh peserta. Kebijakan tersebut diinisiasi oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumut, Dikky Anugerah Panjaitan agar seluruh Pramuka Penggalang dari 32 Kwartir Cabang dapat berpartisipasi tanpa terkendala biaya.
"Tapi masyarakat ingin tahu berapa anggaran Jamda Pramuka Sumut. Dikky harus transparan dengan anggaran yang dipakai, itu kan dari APBD? dari pajak rakyat," kata Arief Tampubolon, kader gerakan pramuka yang pernah mengikuti Pertikara Nasional Saka Bhayangkara di Desa Selerejo, Malang, Jawa Timur, pada tahun 1997, kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Tak hanya itu, Arif juga menyoroti soal bantuan hibah dari APBD yang setiap tahunnya dialokasikan ke Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Utara, tidak ada rincian pasti mengenai total anggaran pemerintah yang dipublikasikan secara spesifik termasuk untuk Jamda XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara.
Arief berharap Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumut Dikky Anugerah Panjaitan membiasakan diri untuk bersikap jujur dan transparan dalam Gerakan Pramuka.
"Gerakan Pramuka ini untuk pengabdian diri kepada anak bangsa, jadi kita harapkan Dikky Panjaitan transparan dengan penggunaan anggaran kegiatan gerakan pramuka, untuk mengajarkan adik adik pramuka jujur sejak dini," ujar Arief.
Terpisah, Pengamat Kebijakan Publik Sumatera Utara Fakhruddin Pohan menyatakan untuk bisa diketahui, bahwa Anggaran Jamda XI 2026, meskipun tidak dipublikasi secara rinci di APBD, tetapi estimasinya mampu mencapai miliaran rupiah.
Dari rapat koordinasi 3 Juli 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Jamda XI Sumut digelar 8-12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit, Deli Serdang dengan 5.575 peserta dari 32 Kwarcab se-Sumut.
Berapa Anggarannya?
Meskipun Pemprov Sumut belum rilis angka resmi khusus Jamda 2026. Tetapi pakai patokan, yakni APBD, Kwarda dan Sponsor, dimana Jamda biasanya dibiayai gabungan APBD Dispora Sumut, dana Kwarda Sumut, iuran peserta, dan sponsor BUMN/BUMD.
Estimasi kasar, jika saja untuk 5.575 peserta selama 5 hari, anggaran biasanya Rp 5 miliar - Rp 8 miliar, dengan rinciannya, konsumsi, tenda, listrik, air, MCK, kesehatan, kegiatan, keamanan, transportasi.
Dikemukakan Kocu panggilan akrab Fakhruddin, sebagai contoh pembanding, sewaktu Jamnas XI di Cibubur Tahun 2022 anggarannya Rp 75 miliar untuk 11.000 peserta. Kalau disetarakan, Jamda Sumut 3.650 peserta wajar di angka Rp 5 sampai Rp 8 Miliar.
Pos Anggaran Masuk ke Mana?
APBD Sumut, masuk lewat Dinas Pemuda & Olahraga Sumut atau Dinas Pendidikan. Di SIPD Kemendagri, belanja hibah Pemprov Sumut Tahun 2025 Rp 114,62 M. Sebagian bisa untuk hibah Kwarda Sumut.
Selain itu, Kwarda Sumut, punya kas dari iuran anggota ditambah bantuan pusat. Misalnya, jumlah anggota Pramuka Sumut 2026 = 250.000 orang, iuran gudep bisa jadi sumber. Dari Peserta, tiap Kwarcab biasanya narik iuran ke peserta Rp 300.000 - Rp 500.000/orang untuk transport dan atribut.
Mencari Angka Pastinya
PPID Dispora Sumut, Request "RAB Jambore Daerah Sumut XI 2026, karena hal itu dokumen publik. Kemudian dari LPSE Sumut, kalau ada paket pengadaan konsumsi/tenda/kesehatan Jamda, HPS-nya bisa muncul di lpse.sumutprov.go.id, Artinya, Kwarda Sumut wajib transparan soal dana Jamda.
"Apabila masyarakat Sumatera Utara ingin tahu berapa Anggaran Jamda tersebut, dan mau ikut mengaudit, bisa langsung suratin ke PPID Sumut biar bisa dapat DPA secara lengkap," ungkap Fakhruddin. ***
