google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 HARGA PANGAN: Empat Komoditas di Medan Melonjak, Tertinggi Cabai Merah

Advertisement

HARGA PANGAN: Empat Komoditas di Medan Melonjak, Tertinggi Cabai Merah

20 Juli 2026

Perdagangan cabai merah di pasar Petisah, Medan.

ANTARASATU.COM | MEDAN - Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Medan mengalami kenaikan cukup signifikan pada perdagangan awal pekan ini. Lonjakan harga terutama terjadi pada lima komoditas, yakni cabai merah, cabai rawit, daging ayam, telur ayam dan tomat.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan, Senin (20/7), harga rata-rata cabai merah yang sebelumnya ditransaksikan di kisaran Rp26.800 kini melonjak menjadi Rp36.800 per kg. Adapun harga tertinggi cabai merah di Kota Medan tercatat berada di Pusat Pasar dengan menyentuh angka Rp44.500 per kg.

Kenaikan serupa terjadi pada cabai rawit hijau. Rata-rata harga komoditas ini naik menjadi Rp65.900, dari posisi sebelumnya di angka Rp57.700 per kg. Harga tertinggi cabai rawit hijau ditemukan di pasar tradisional Brayan yang mencapai Rp68.000 per kg.

Selanjutnya rata-rata harga daging ayam naik dari Rp33.200 pada akhir pekan lalu menjadi Rp35.800 per kg. Harga tertinggi tercatat di Pasar Sukaramai dan Pasar Brayan yang mencapai Rp36.500 per kg.

Berikutnya harga telur ayam mengalami kenaikan dibandingkan posisi akhir pekan lalu di level Rp27.600 per kg. Bahkan telah merangkak naik dari harga Rp27.450 per kg dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data PIHPS, tiga pasar di Kota Medan mencatatkan harga telur ayam tertinggi, yakni Pasar Brayan, Pusat Pasar dan Pasar Petisah. Di ketiga pasar tersebut harga telur ayam berada di level Rp28.000 per kg.

Selain kelompok cabai, hasil pengamatan langsung juga menunjukkan harga tomat ikut melambung. Harga tomat mengalami kenaikan sekitar 40%, dari Rp10.000 pada akhir pekan lalu menjadi Rp14.000 per kg.

Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menilai lonjakan harga kedua jenis cabai tersebut tidak terlepas dari minimnya suplai atau persediaan di awal pekan akibat libur panjang akhir pekan sebelumnya.

"Namun harga berpeluang kembali turun dalam waktu dekat dan akan menemui titik keseimbangan baru pada Rabu atau Kamis mendatang," ujarnya, di Medan.

Kenaikan saat ini, menurut dia, lebih mencerminkan dinamika pasar yang tidak stabil akibat libur panjang. Pergerakan harga tomat juga diperkirakan tidak jauh berbeda dengan dinamika harga cabai.

Namun, lanjut dia, berbeda dengan komoditas hortikultura yang terkendala pasokan, kenaikan harga daging ayam dan telur ayam lebih dipicu oleh lonjakan permintaan. Peningkatan ini terjadi pascalibur panjang serta momentum bulan Muharram.

Dia pun memproyeksikan harga daging dan telur ayam hanya akan bertahan dalam jangka pendek dengan potensi kenaikan lanjutan yang cenderung terbatas.