google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Polda Sumut Kirim 100 Brimob ke Karo Antisipasi Ancaman Erupsi Sinabung

Advertisement

Polda Sumut Kirim 100 Brimob ke Karo Antisipasi Ancaman Erupsi Sinabung

01 September 2026


ANTARASATU.COM | Medan - Polda Sumut mengirim 100 personel Brimob ke Kabupaten Karo untuk mengantisipasi ancaman bahaya akibat erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Senin (31/8).

​Pengerahan pasukan di bawah pimpinan Danyon A Pelopor Kompol Abdul Holid ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan serta membantu penanganan darurat di lapangan. Sebelum diberangkatkan ke Polres Tanah Karo, sebanyak 100 personel Brimob tersebut mengikuti apel penugasan yang dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Sumut Kombes Dwi Tunggal Jaladri.

​"Kami jmmemastikan kesiapan personel dan sarana prasarana apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu masyarakat," ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Senin (31/8).

​Selain personel, Polda Sumut juga mengerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana. Peralatan yang disiapkan mencakup kendaraan operasional, truk angkut, mobil dapur lapangan, unit water treatment, tenda pleton, perlengkapan evakuasi, alat komunikasi, hingga drone pemantau.

​Langkah antisipasi dan kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul erupsi Gunung Sinabung yang terjadi mulai sekitar pukul 10.17 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 3,5 kilometer. Abu vulkanik membumbung di puncak gunung dan berembus ke arah timur-tenggara.

​Dampak erupsi tercatat memicu hujan abu vulkanik tmdi lima desa sekitar kawasan gunung. Yakni Desa Kuta Rakyat, Kuta Gugung, Sigaranggarang, Sukanalu dan Desa Sukandebih. Meski demikian, aktivitas warga di desa-desa itu dilaporkan masih berjalan normal dan tidak ada korban maupun kerugian material yang signifikan.

Menurut Ferry, kepolisian bersama BPBD, Basarnas dan unsur Forkopimcam terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api PVMBG di Desa Ndokum Siroga untuk menjaga keselamatan warga. Dia juga menegaskan agar warga maupun wisatawan tidak memasuki kawasan zona merah.

​"Keselamatan adalah prioritas. Jangan mendekati zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari petugas maupun PVMBG," ungkap Ferry.