google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Pakai KTP Orang Lain Naik Citilink, 1 Kg Sabu Diselipkan di Lipatan Pakaian

Advertisement

Pakai KTP Orang Lain Naik Citilink, 1 Kg Sabu Diselipkan di Lipatan Pakaian

02 September 2026

Barang bukti sabu yang disita dari MR.

ANTARASATU.COM | Medan - Seorang pria asal Bireun, Aceh, berinisial MR kedapatan menggunakan KTP milik orang lain saat naik pesawat Citilink untuk menyelundupkan hampir 1 kilogram sabu ke Jakarta. Untuk mengelabui petugas, empat bungkus sabu diselipkan di antara lipatan pakaian dalam koper.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara Kombes Andy Arisandi mengatakan MR menggunakan KTP milik pria berinisial Muh S yang beralamat di Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

"Hal itu dilakukan untuk mengaburkan identitas asli tersangka dari pantauan petugas," kata Andy, di Medan, Rabu (2/9).

MR ditangkap pada Kamis (20/8) di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. Polisi menyita satu koper yang berisi empat bungkus sabu dengan berat keseluruhan 968,6 gram.

"Empat bungkus plastik itu masing-masing diselipkan di lipatan pakaian di dalam koper tersangka," ungkap Andy.

Penangkapan bermula ketika MR tiba di Bandara Kualanamu setelah menempuh perjalanan dari Bireun menggunakan mobil travel. Saat koper menjalani pemeriksaan melalui mesin X-Ray, petugas mendeteksi benda mencurigakan.

Petugas Aviation Security (Avsec) bersama personel Ditres Narkoba Polda Sumut kemudian melakukan pemeriksaan pada koper. Ternyata, empat bungkus plastik berisi sabu ditemukan tersembunyi di antara lipatan pakaian.

Menurut Andy, MR mengaku menerima sabu itu dari seorang pria berinisial RS alias JS di Bireun. Barang dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada seseorang yang telah menunggu di sana.

MR mengaku dijanjikan upah Rp40 juta jika sabu tersebut berhasil sampai kepada penerimanya di Jakarta. Namun MR mengaku tidak mengetahui identitas orang yang akan menerima narkoba itu.

RS alias JS hanya memberitahunya bahwa akan ada orang yang mengambilnya setelah dia tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Namin RS alias JS selaku pengendali hanya bilang kalau sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta akan ada yang menjemput barang tersebut.

Dalam pemeriksaan, MR juga mengaku telah dua kali lolos mengirim sabu ke Jakarta melalui Bandara Kualanamu. Polisi masih mengembangkan keterangan itu untuk mengungkap jaringan yang memasok dan menerima narkoba.

Andy mengatakan, hampir 1 kilogram sabu yang disita diperkirakan dapat disalahgunakan oleh sekitar 290 ribu orang. Perkiraan tersebut menggunakan asumsi satu gram sabu dapat digunakan oleh 10 orang.

Polda Sumut masih mengembangkan kasus ini. Termasuk memburu RS alias JS dan pihak yang disebut akan menerima sabu di Jakarta.