Perdagangan cabai merah di Pasar Induk Lau Cih, Medan.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga cabai merah di Kota Medan melonjak hampir 100%. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Pusat Pasar Medan melejit dari Rp36.000 per kg pada Jumat (22/5) menjadi Rp70.000 per kg pada Senin (25/5).
Yang menarik, lonjakan ekstrem ini hanya terjadi di Kota Medan. Di kota-kota lain di Sumut, harga cabai merah masih jauh lebih rendah. Di Sibolga rata-rata Rp37.000 per kg, Padang Sidempuan Rp37.500 per kg, bahkan di Gunungsitoli hanya Rp42.500 per kg.
Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menjelaskan penyebab lonjakan yang tidak merata ini. Menurutnya, pemicu utama adalah lonjakan permintaan mendadak dari pedagang besar komoditas pangan asal wilayah Langsa dan Kuala Simpang, Aceh, yang memborong cabai merah di Pasar Induk Lau Cih, Medan.
"Peningkatan permintaan secara tiba-tiba dari pedagang luar daerah inilah yang mendorong harga cabai merah di Medan melonjak jauh lebih tinggi dibandingkan kota lain di Sumatera Utara," ungkapnya, Selasa (26/5).
Gunawan menegaskan, lonjakan ini bukan dampak dari pemadaman listrik massal yang sebelumnya melanda Sumatra. Kenaikan murni dipicu oleh lonjakan permintaan jelang persiapan Iduladha di sejumlah wilayah Aceh yang memasok kebutuhan dari Medan.
Meski harga melonjak tajam, Gunawan memproyeksikan kenaikan ini hanya bersifat sementara. Pasokan cabai merah dinilai masih cukup tersedia dan tidak terganggu oleh jadwal libur panjang Iduladha.
Selain cabai merah, cabai rawit hijau juga ikut terkerek naik ke rata-rata Rp41.300 per kg. Namun secara umum, Gunawan memerkirakan harga pangan selama sepekan ke depan masih akan bergerak stabil, tidak jauh berbeda dibandingkan pekan sebelumnya.
"Panen cabai petani juga tidak akan terganggu oleh libur panjang yang diberlakukan sejumlah instansi," pungkasnya.
