google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Arus Sungai Kabero Pancur Batu Renggut Nyawa Bocah Perempuan 8 Tahun

Advertisement

Arus Sungai Kabero Pancur Batu Renggut Nyawa Bocah Perempuan 8 Tahun

22 Mei 2026

Proses evakuasi jasad Aulia Kaisa Azzahra dari sungai Kabero.

ANTARAsatu.com | DELI SERDANG - Tim SAR Gabungan menemukan seorang anak perempuan yang sebelumnya dilaporkan hanyut dan tenggelam di aliran Sungai Kabero, Dusun IV Desa Lama, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (21/5).

"Korban bernama Aulia Kaisa Azzahra berusia delapan tahun," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A (Basarnas) Medan Hery Marantika, Jumat (22/5).

Bocah itu dilaporkan terbawa arus saat mandi bersama teman-temannya di sungai sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis. Informasi kejadian diterima Basarnas Medan dari Kepala Desa Lama, Nizar Laksamana Tarigan, sekitar pukul 15.25 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut Basarnas Medan langsung memberangkatkan tujuh personel rescue menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, mereka melakukan assessment awal dan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

Tim pertama melakukan penyisiran sungai menggunakan perahu rafting dan alat deteksi bawah air Aqua Eye ke arah hilir. Sementara tim kedua melakukan pencarian darat di sepanjang bantaran sungai.

"Metode pencarian dilakukan dengan penyisiran permukaan air, pemantauan menggunakan Aqua Eye, serta scouting darat di sepanjang aliran sungai,” kata Hery.

Dia memastikan, proses pencarian dilakukan secara cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. Dan setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.55 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan tenggelam. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSU Pancur Batu didampingi pihak keluarga.

Menurut Hery, operasi pencarian juga melibatkan para personel Polsek Pancur Batu, perangkat Desa Lama, masyarakat setempat dan pihak keluarga korban. Tim SAR juga menggunakan berbagai peralatan pendukung, seperti perahu rafting, Aqua Eye, perlengkapan water rescue, alat medis dan alat komunikasi.

Atas kejadian ini dia kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai. Terutama ketika arus sedang deras untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.