Aktivitas salah satu SPBBE di Sumbagut.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Selama suasana libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiapkan tambahan pasokan LPG subsidi 3 kilogram. Kesiapan itu untuk menjaga kebutuhan energi masyarakat tetap aman selama masa liburan.
Tambahan pasokan yang disiapkan mencapai 709.120 tabung atau setara 2.127 metric ton (MT) yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah operasional. Langkah ini untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi rumah tangga dan aktivitas masyarakat selama momentum libur nasional.
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut I Gusti Bagus Suteja mengatakan, perusahaan berupaya memastikan distribusi LPG subsidi tetap berjalan optimal selama periode libur panjang.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan distribusi LPG 3 Kg berjalan optimal selama periode libur panjang Kenaikan Isa Al Masih," ungkapnya, di Medan, Kamis (14/5).
Dia juga memastikan pengawasan dan monitoring tetap dilakukan secara intensif. Hal itu agar kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sumbagut tetap terpenuhi dengan baik.
Dari total tambahan pasokan tersebut, jelasnya, Sumatra Utara menjadi wilayah dengan alokasi terbesar yakni 329.280 tabung atau setara 988 MT. Sementara Aceh mendapat tambahan 85.680 tabung, Sumatra Barat 78.960 tabung, Riau 167.440 tabung, dan Kepulauan Riau sebanyak 47.760 tabung.
Selain menambah pasokan, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, agen, hingga pangkalan LPG. Terutama untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran selama masa libur panjang.
Kendati tambahan stok disiagakan, tetapi Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw tetap mengimbau masyarakat. Untuk tetap membeli LPG subsidi sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Pertamina terus berupaya memastikan distribusi berjalan lancar agar masyarakat tetap mudah memperoleh LPG subsidi selama masa libur panjang,” katanya.
Momentum libur panjang keagamaan biasanya diikuti peningkatan aktivitas rumah tangga, usaha kuliner, hingga perjalanan masyarakat di berbagai daerah. Kondisi itu turut memengaruhi kebutuhan energi, terutama LPG subsidi 3 kilogram yang banyak digunakan masyarakat dan pelaku usaha kecil.
