ANTARAsatu.com | TEBING TINGGI — Sebuah ironi tragis terjadi di Jalan Tol Kutepat ruas Tebing Tinggi–Indrapura, Sabtu (2/5), sekitar pukul 11.10 WIB. Sebuah ambulans yang membawa jenazah menuju Medan justru menjadi kendaraan maut yang merenggut dua nyawa penumpangnya setelah menabrak truk Fuso di KM 89 Jalur B.
Dua korban tewas di lokasi kejadian dalam kondisi terjepit bagian depan ambulans yang ringsek parah akibat benturan keras. Mereka adalah Frankie Hutagalung, warga Jalan Damai, Pekanbaru, Riau, dan Elisa, seorang ibu rumah tangga asal Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.
Sementara sopir ambulans, Arfin Hutauruk, warga Pekanbaru, selamat dan hanya mengalami luka ringan di bagian kaki.
Menurut Kasat PJR Ditlantas Polda Sumut AKBP Dhery Fajariandono, ambulans Suzuki APV bernomor polisi BM 1873 AAE itu melaju dengan kecepatan tinggi di jalur cepat. Pengemudi diduga kehilangan konsentrasi dan tidak menjaga jarak aman sehingga menghantam bagian belakang kanan truk Fuso bernomor polisi BM 9968 AO yang dikemudikan Richard Manalu.
"Ambulans diduga melaju dengan kecepatan tinggi di jalur cepat, kemudian kehilangan konsentrasi atau kurang menjaga jarak aman sehingga menabrak truk yang berada di jalur lambat," ungkap Dhery, Selasa (5/5).
Benturan keras terjadi tepat di sisi kiri depan ambulans. Bagian depan kendaraan itu hancur parah, menjepit dua penumpang yang duduk di dalamnya hingga tidak sempat menyelamatkan diri.
Ambulans itu sejatinya sedang menjalankan tugas mulia, membawa jenazah seorang pria bernama William yang rencananya akan dimakamkan melalui proses kremasi dan sembahyang di Medan. Alih-alih tiba dengan selamat, perjalanan duka itu justru bertambah pilu dengan tewasnyanya dua penumpang tersebut.
Usai kecelakaan, jenazah William terpaksa dipindahkan ke ambulans lain untuk melanjutkan perjalanan ke rumah duka di Medan. Sementara jenazah Frankie dan Elisa dievakuasi ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi bersama sopir yang selamat.
Sopir ambulans itu kini sudah diamankan petugas dan dimintai keterangan oleh Unit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Kecelakaan ini menjadi pelajaran untuk keselamatan berkendara di jalan tol, khususnya bagi pengemudi kendaraan operasional, seperti ambulans, yang kerap mengabaikan batas kecepatan dengan dalih urgensi. Kecepatan tinggi dan kelalaian menjaga jarak aman terbukti dapat mengubah perjalanan duka menjadi tragedi berlapis yang tak terduga.
